Beritakota.id, Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Jumat, 3 April 2026. Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia, harga emas Antam hari ini turun signifikan sebesar Rp65.000 menjadi Rp2.857.000 per gram.
Penurunan ini berbalik arah dari tren sebelumnya yang sempat menguat. Pada Kamis (2/4/2026), harga emas justru naik Rp20.000 ke level Rp2.922.000 per gram. Bahkan, sehari sebelumnya pada Rabu (1/4/2026), harga sempat melonjak Rp75.000.
Fluktuasi tajam dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pergerakan pasar emas yang masih sangat dinamis. Meski mengalami penurunan, harga emas Antam saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) yang tercapai pada 29 Januari 2026 di level Rp3.168.000 per gram.
Di sisi lain, harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam sebelumnya sempat mengalami kenaikan cukup besar. Pada Kamis (2/4/2026), harga buyback naik Rp60.000 menjadi Rp2.577.000 per gram.
Baca juga: Awal April, Harga Emas Antam Langsung Tembus Rp2,9 Juta
Kondisi ini menjadi perhatian bagi investor, terutama yang memanfaatkan emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven). Pergerakan harga yang cepat membuka peluang, namun juga meningkatkan risiko dalam jangka pendek.
Perlu diketahui, setiap transaksi jual beli emas batangan dikenakan pajak sesuai ketentuan dalam PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk penjualan kembali dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP dan 3% untuk non-NPWP.
Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemilik NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP. Setiap transaksi akan disertai bukti potong pajak resmi.
Berikut rincian harga emas Antam per Jumat, 3 April 2026:
0,5 gram: Rp1.478.500
1 gram: Rp2.857.000
2 gram: Rp5.664.000
3 gram: Rp8.478.000
5 gram: Rp14.100.000
10 gram: Rp28.120.000
25 gram: Rp70.135.000
50 gram: Rp140.105.000
100 gram: Rp280.060.000
250 gram: Rp699.840.000
500 gram: Rp1.399.400.000
1.000 gram: Rp2.797.600.000
Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, investor disarankan untuk mencermati momentum sebelum melakukan transaksi. Penurunan harga seperti saat ini kerap dimanfaatkan sebagai peluang beli, namun tetap perlu mempertimbangkan tren global dan pergerakan nilai tukar.

