Beritakota.id, Jakarta – Semangat generasi muda dalam menghadapi krisis lingkungan kini semakin nyata melalui gelaran Green Jobs Fest Bandung 2026 (GJFB 2026). Acara ini menjadi wadah strategis bagi anak muda untuk menjadikan karier sebagai solusi nyata dalam menjawab tantangan lingkungan sekaligus membangun masa depan kerja yang berkelanjutan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Teens Go Green Indonesia ini berlangsung di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung, dengan dukungan kolaborasi dari Coaction Indonesia sebagai penggerak ekosistem green jobs di Indonesia.

Mengusung konsep kolaborasi lintas sektor, acara ini melibatkan berbagai pihak mulai dari industri seperti Paragon, Reosen, Enpineas, In Waste, hingga Rassure Clinic Aesthetic Bandung. Selain itu, hadir pula mitra pengetahuan seperti Enviro Strategic Indonesia, YPBB, Ecoxyztem, The Local Enablers, Rise Social, Sindikasi, Better Life Indonesia, dan Replast Lab, serta komunitas seperti O’waste, RAW2WEAR, Inovasi Muda, Rantai Kebaikan, Trans Ranger Indonesia, dan Cassaplast.

Beragam rangkaian kegiatan disuguhkan untuk memperkaya pengalaman peserta, mulai dari sesi Green Talks, workshop pengolahan limbah, pembuatan produk ramah lingkungan, hingga coaching clinic yang memberikan pendampingan langsung dalam pengembangan ide dan karier di bidang keberlanjutan. Acara juga dimeriahkan oleh booth pameran, sesi ideas pitching, serta penampilan musik dari Flower Haze Bandung.

Direktur Eksekutif Teens Go Green Indonesia, Bambang Sutrisno, menegaskan bahwa Green Jobs Fest lahir dari keresahan terhadap krisis lingkungan yang semakin nyata.

“Kami ingin menunjukkan bahwa green jobs bukan hanya tentang bekerja, tetapi bagaimana kita bisa hidup layak sekaligus berkontribusi dalam memulihkan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa banyak anak muda memiliki minat untuk berkarier di bidang keberlanjutan, namun masih terkendala akses dan keterampilan.

Baca juga: 500 Perusahaan Buka Lowongan Magang Nasional, Sasar 10.000 Lulusan Baru

“Kami ingin memastikan green jobs menjadi pilihan masa depan yang nyata, bukan sekadar wacana,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BBPVP Bandung, Reni Rosyida Muthmainnah, menekankan pentingnya pelatihan vokasi yang adaptif dalam menjawab kebutuhan industri hijau.

“Kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk menjembatani dunia pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang, khususnya di sektor green jobs,” ungkapnya.

Dari sisi gerakan kolaborasi, Fitrianti Sofyan dari Coaction Indonesia menyampaikan bahwa Green Jobs Fest merupakan bagian dari upaya kolektif membangun ekosistem ekonomi hijau yang inklusif.

“Transisi menuju ekonomi hijau hanya bisa tercapai melalui kolaborasi kuat antara anak muda, komunitas, industri, dan pemerintah,” jelasnya.

Antusiasme tinggi peserta menjadi bukti meningkatnya minat generasi muda terhadap karier berkelanjutan. Green Jobs Fest Bandung 2026 pun memperlihatkan bahwa dengan kolaborasi yang solid, peluang menciptakan masa depan kerja yang lebih hijau dan inklusif semakin terbuka lebar.

Melalui sinergi antara Teens Go Green Indonesia, BBPVP Bandung, dan Coaction Indonesia, kegiatan ini diharapkan menjadi katalis lahirnya talenta muda yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga berkontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *