Beritakota.id, Jakarta – Resep Bandeng Presto merupakan salah satu warisan kuliner Nusantara yang berhasil menembus pasar nasional hingga internasional. Hidangan berbahan dasar ikan bandeng ini dikenal dengan tekstur daging yang empuk, bahkan durinya pun dapat dikonsumsi berkat proses memasak bertekanan tinggi menggunakan panci presto.
Kuliner legendaris ini berasal dari pesisir utara Pulau Jawa, khususnya Semarang dan Jepara, yang sejak lama dikenal sebagai sentra penghasil ikan bandeng. Melimpahnya hasil tangkapan menjadikan bandeng sebagai sumber protein utama masyarakat pesisir, meski dulu sempat kurang diminati karena durinya yang banyak dan keras.
Inovasi memasak dengan teknik presto menjadi solusi yang mengubah citra bandeng. Melalui tekanan tinggi, duri-duri halus menjadi lunak, sementara daging ikan tetap lembut dan kaya rasa. Selain itu, metode ini juga membuat bandeng lebih tahan lama tanpa mengurangi kualitasnya.
Seiring waktu, bandeng presto berkembang dari makanan lokal menjadi ikon oleh-oleh khas, terutama dari Semarang. Kini, hidangan ini mudah ditemukan di berbagai kota besar, mulai dari pasar tradisional hingga restoran modern, bahkan telah merambah pasar ekspor.
Tak hanya soal rasa, bandeng presto juga mencerminkan kearifan lokal dalam mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah tinggi. Inovasi sederhana ini berhasil menjawab tantangan sekaligus menciptakan identitas kuliner yang kuat.
Baca juga: 5 Resep Masakan Praktis untuk Akhir Pekan: Menu Sederhana, Lezat, dan Mudah Dibuat di Rumah
Resep Bandeng Presto Sederhana di Rumah
Bagi Anda yang ingin mencoba membuat sendiri, berikut resep praktis yang bisa diikuti:
Bahan-bahan:
1 ekor ikan bandeng (500 gram–1 kg)
5 siung bawang putih (haluskan)
5 butir bawang merah (haluskan)
2 buah cabai merah (opsional, haluskan)
1 cm jahe (haluskan)
2 lembar daun salam
1 batang serai (memarkan)
2 sdt air asam jawa
1 sdt gula merah
Garam secukupnya
1 sdt kaldu bubuk (opsional)
500 ml air
Minyak untuk menggoreng (opsional)
Cara Membuat:
- Bersihkan ikan bandeng, lumuri dengan garam dan air asam jawa, diamkan 10–15 menit.
- Haluskan bawang putih, bawang merah, cabai, dan jahe.
- Masukkan ikan ke dalam panci presto bersama bumbu, daun salam, serai, dan air.
- Masak selama 30–45 menit hingga duri lunak.
- Goreng sebentar (opsional) untuk tekstur lebih renyah.
- Sajikan dengan nasi hangat, sambal, dan lalapan.
Tips:
- Simpan dalam freezer agar tahan lama.
- Tanpa presto, waktu memasak lebih lama dan hasil duri tidak sehalus.
Bandeng presto kini tidak hanya menjadi hidangan rumahan, tetapi juga bagian dari gaya hidup urban. Dengan kemasan modern dan strategi pemasaran kreatif, kuliner ini terus berkembang sebagai duta rasa Indonesia di kancah global. (***)

