Beritakota.id, Jakarta – Lebih dari dua dekade sejak pertama kali hadir di Indonesia, Mie Sedaap terus menunjukkan transformasinya dari sekadar produk mi instan menjadi brand yang dekat dengan budaya, komunitas, dan gaya hidup generasi muda. Di tengah perubahan tren dan cara konsumen berinteraksi dengan merek, Mie Sedaap memilih untuk terus berevolusi agar tetap relevan di era digital.
Diluncurkan dengan tagline “Jelas Terasa Sedaapnya”, Mie Sedaap, produk mi instan dari WINGS Food, hadir sebagai brand challenger yang berani mendobrak dominasi pasar melalui inovasi rasa dan menjadi pelopor mi instan dengan topping. Semangat inovasi tersebut terus dipertahankan hingga kini seiring pertumbuhan brand bersama konsumennya.
Tidak hanya berkembang menjadi salah satu merek mi instan terkemuka di Indonesia, Mie Sedaap kini juga menjelma sebagai global brand yang hadir di tengah budaya populer, komunitas, dan passion yang membentuk keseharian generasi muda.
Perjalanan dari brand challenger menjadi global brand ini tidak hanya ditandai oleh ekspansi bisnis, tetapi juga kemampuan Mie Sedaap dalam membaca perubahan budaya dan gaya hidup konsumen. Mulai dari inovasi produk, eksplorasi rasa lintas budaya, hingga kolaborasi kreatif bersama talenta lokal dan internasional, kreator, ilustrator, serta pelaku industri fashion, Mie Sedaap terus memperluas makna “rasa” dalam kehidupan konsumennya.
Head of Marketing Noodle Category WINGS Group, Katria Arintya Anindyantari, mengatakan keberanian untuk mendobrak batas menjadi kunci pertumbuhan Mie Sedaap selama lebih dari 20 tahun.
“Mie Sedaap percaya bahwa keberanian untuk mendobrak batas adalah kunci pertumbuhan. Kami terus mendorong batas kreativitas, pengalaman, dan rasa HQQ yang bisa kami hadirkan kepada konsumen. Relevansi harus terus dibangun melalui inovasi dan pengalaman yang semakin dekat dengan konsumen,” ujar Katria.
Menurutnya, evolusi sebuah brand tidak hanya soal memperbarui tampilan atau menghadirkan produk baru, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan realitas bisnis dan budaya anak muda yang terus berubah.
Hal itu diwujudkan melalui Come See Mie Fest 2026, festival tahunan Mie Sedaap yang tahun ini mengusung tema “Sluurp Away to Sedaap Wonderland”. Digelar di Hutan Kota GBK pada 11–14 Juni 2026, festival ini menghadirkan pengalaman imersif dan multisensori yang memadukan visual kreatif, instalasi artistik, serta berbagai elemen interaktif.
Melalui konsep Wonderland, pengunjung diajak memasuki dunia fantasi yang menghidupkan imajinasi menjadi pengalaman nyata. Festival ini tidak hanya menjadi tempat menikmati makanan dan hiburan, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk berekspresi, berinteraksi dengan komunitas, dan menciptakan momen yang dapat dibagikan melalui media sosial.
Baca juga: WINGS Food Hadirkan Ramen YES, Pengalaman Ramen Legendaris Jepang yang Praktis dan Terjangkau
Katria menilai generasi muda saat ini tidak lagi hanya mencari produk yang enak, tetapi juga pengalaman yang bermakna dan relevan dengan kehidupan mereka.
“Karena itu, Mie Sedaap terus mendorong batas inovasi, bukan hanya dalam rasa, tetapi juga dalam kreativitas dan pengalaman yang kami hadirkan bagi konsumen,” lanjutnya.
Selain memperkuat pengalaman merek, Mie Sedaap juga terus memperluas kategori produknya. Pada awal 2026, perusahaan meluncurkan Ramen YES yang menghadirkan pengalaman cita rasa ramen Jepang bagi konsumen Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Mie Sedaap turut memperkenalkan resep baru Mie Sedaap Kari Kental Special, salah satu varian favorit masyarakat Indonesia yang kini hadir dengan kuah lebih kaya rasa dan lebih kental berkat penggunaan rempah kari berkualitas.
Dipadukan dengan tekstur mi yang lebih kenyal, inovasi ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat loyalitas konsumen. Saat ini, Mie Sedaap Kari Kental Special masuk dalam lima varian favorit masyarakat Indonesia bersama Mie Sedaap Goreng, Mie Sedaap Soto, Mie Sedaap Ayam Bawang, dan Mie Sedaap Korean Spicy Chicken.
Musisi sekaligus Brand Ambassador Mie Sedaap Soto, Afgan, menilai transformasi Mie Sedaap menjadi contoh bagaimana sebuah brand dapat berkembang mengikuti perubahan zaman.
“Ternyata merek mi instan bisa bikin festival anak muda yang se-masif dan se-konseptual ini. Saya bangga menjadi bagian dari Mie Sedaap karena melihat sendiri bagaimana brand ini terus berkembang dan berusaha tetap dekat dengan konsumennya,” ujar Afgan.
Bagi Mie Sedaap, kreativitas bukan sekadar menghadirkan produk baru, tetapi juga membuka kemungkinan-kemungkinan baru yang menghubungkan rasa, budaya, komunitas, dan imajinasi dalam satu pengalaman yang menyeluruh.
Melalui semangat “brings taste to people’s lives”, Mie Sedaap menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari kehidupan generasi muda Indonesia, bukan hanya sebagai produk makanan, tetapi juga sebagai platform kreativitas dan pengalaman yang relevan dengan perkembangan zaman. (***)

