Beritakota.id, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong industri film nasional agar mampu bersaing di tingkat internasional. Hal ini disampaikan saat menghadiri screening film animasi “Pelangi di Mars” bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Riefky memberikan apresiasi tinggi terhadap karya anak bangsa yang dinilai berani menghadirkan konsep segar serta pemanfaatan teknologi mutakhir dalam produksi film. Ia menyebut, film ini menjadi bukti bahwa industri kreatif Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menembus pasar global.

Film “Pelangi di Mars” dinilai berbeda karena mengangkat genre fiksi ilmiah (science fiction) yang dipadukan dengan isu lingkungan. Tema ini tergolong masih jarang diangkat di industri film nasional, terlebih dengan pendekatan yang juga menyasar penonton anak-anak.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kolaborasi dengan stakeholder, asosiasi, dan kementerian lain untuk bersama-sama mendukung karya anak bangsa,” ujar Riefky.

Sementara itu, sutradara Upie Guava menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur teknologi dalam industri perfilman Tanah Air. Ia menyebut, dalam lima tahun terakhir perkembangan industri film Indonesia sangat pesat, didorong oleh munculnya kreator-kreator muda dengan karya berkualitas.

Menurutnya, pengembangan teknologi menjadi kunci untuk mendorong kualitas produksi film. Proses seperti riset dan pengembangan (R&D), trial and error, hingga kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk membangun ekosistem yang sesuai dengan kebutuhan kreator lokal.

“Teknologi itu harus ditempatkan untuk melayani kreator,” ujar Upie.

Ia juga mengungkapkan bahwa tren global perfilman saat ini mengarah pada penggunaan teknologi XR (Extended Reality). Tim produksi “Pelangi di Mars” termasuk yang cukup awal mengadopsi teknologi tersebut di Indonesia melalui proses riset sejak 2020 hingga 2023.

Film ini pun disebut sebagai salah satu prototipe penerapan teknologi XR dalam produksi film nasional, sekaligus menjadi langkah awal menuju transformasi industri film Indonesia berbasis teknologi canggih.

Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas sektor, industri film Indonesia diharapkan mampu melahirkan lebih banyak karya inovatif yang tidak hanya sukses di dalam negeri, tetapi juga di panggung dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *