Beritakota.id, Jakarta – Ikatan Keluarga Arjawinangun Cirebon (IKAC) melakukan langkah progresif dalam mentransformasi organisasi berbasis komunitas menjadi ekosistem digital modern. Di bawah kepemimpinan Ketua IKAC, Hj. Evie Kusfayanti, organisasi ini bersiap meluncurkan Kartu Tanda Anggota (KTA) multifungsi berbasis e-money pada tahun 2026.
Inovasi ini menjadi tonggak penting bagi IKAC, yang selama ini dikenal sebagai wadah silaturahmi warga perantauan asal Arjawinangun. Kini, IKAC bergerak lebih jauh dengan menghadirkan sistem digital terintegrasi yang tidak hanya berfungsi sebagai identitas anggota, tetapi juga sebagai alat transaksi keuangan.
“Kami ingin menciptakan kolaborasi yang memberikan nilai tambah nyata bagi setiap anggota. KTA berbasis e-money ini akan menjadi fondasi ekosistem digital yang memperkuat hubungan sosial sekaligus ekonomi,” ujar Evie Kusfayanti dalam konferensi persnya, di Jakarta, Selasa (5/5/2026)
Baca Juga: Ikatan Pustakawan Indonesia Usulkan 7 Juli sebagai Hari Pustakawan
Melalui kartu tersebut, anggota IKAC nantinya dapat melakukan berbagai transaksi digital sehari-hari, sekaligus mengakses program-program eksklusif organisasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar IKAC dalam memperkuat pemberdayaan anggota di era digital.
Tak hanya itu, KTA multifungsi juga akan digunakan untuk mendukung program sosial yang lebih tepat sasaran. IKAC menyiapkan program beasiswa pendidikan bagi pemuda Arjawinangun yang dijadwalkan mulai berjalan pada Juni 2026. Selain itu, organisasi ini juga menggagas program “Lapak Berkah” sebagai bentuk dukungan nyata bagi pelaku UMKM di lingkungan anggotanya.
Evie menegaskan bahwa teknologi bukan sekadar alat, melainkan jembatan untuk mempererat hubungan antaranggota. “Kami ingin setiap member tidak hanya merasa memiliki organisasi ini, tetapi juga merasakan manfaat langsung dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Rencana besar ini mendapat sambutan positif dari para pengurus dan anggota IKAC dalam acara Silaturahmi & Halal Bihalal yang digelar di Jakarta Selatan. Antusiasme tersebut menunjukkan kesiapan komunitas dalam menyambut era digital yang lebih inklusif dan transparan.
Dengan hadirnya KTA multifungsi berbasis e-money, IKAC menegaskan diri sebagai organisasi daerah yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Transformasi ini tetap berpijak pada nilai budaya dan semangat kebersamaan yang diusung melalui slogan “Maju Bareng-Bareng Selawase.”
Ke depan, IKAC diharapkan mampu menjadi model organisasi komunitas modern yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan bagi anggotanya.

