Imam Pesu Ungkap Data Diplomacy dan Deadlocknya Resolusi PBB terhadap Kemerdekaan Palestina

Pemuda Kota Bekasi yang bernama Imam Pesuwaryantoro atau akrab disapa Imam Pesu mengungkapkan analisa peta geopolitik timur tengah berdasarkan Data Diplomacy yang diperoleh
Pemuda Kota Bekasi yang bernama Imam Pesuwaryantoro atau akrab disapa Imam Pesu mengungkapkan analisa peta geopolitik timur tengah berdasarkan Data Diplomacy yang diperoleh

Beritakota.id, Jakarta – Pemuda Kota Bekasi yang bernama Imam Pesuwaryantoro atau akrab disapa Imam Pesu mengungkapkan analisa peta geopolitik timur tengah berdasarkan Data Diplomacy yang diperoleh. Baru-baru ini konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel menghasilkan korban jiwa yang tidak sedikit. Setidaknya selama periode 7 Oktober hingga 3 November 2023, lebih dari 9.299 orang, dan lebih dari 25.000 orang terluka, hingga Jumat (3/11).

Tidak hanya itu, Serangan Israel kepada Palestina memborbardir beberapa titik sentral seperti Tempat Penampungan Air Bersih, Rumah Sakit (RS), Tempat Pengungsian, Putusnya Akses Listrik hingga Komunikasi Internet.

Mungkinkah World War III akan terjadi Pasca Deadlocknya Resolusi PBB (Palestina-Israel)? tentunya kemungkinan hal ini adalah sesuatu hal yang harus dihindarkan. Namun beberapa data yang berhasil dielaborasi berdasarkan Data Diplomacy terdapat analisa bahwa Konflik Palestina-Israel merupakan salah satu pertikaian terpanjang dalam sejarah dan terbilang sangat rumit.

Aksi organisasi gerakan perlawanan rakyat Palestina, Hamas, menyerang Israel pada tanggal 7 Oktober 2023 mengejutkan banyak pihak. Israel pun membalas dengan serangan-serangan ke Jalur Gaza, yang menargetkan bangunan tempat tinggal, rumah sakit, dan menewaskan banyak masyarakat sipil.

Deadlocknya Resolusi PBB terhadap Konflik Palestina-Israel juga dibahas dalam pembukaan sesi dewan dimana Kepala HAM PBB – Michele Bachelet mengatakan dia prihatin mengenai tingginya angka korban di Gaza dan memperingatkan bahwa serangan Israel mungkin merupakan kejahatan perang.

Perlu diketahui Resolusi PBB Palestina 2023 adalah resolusi yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada 27 Oktober 2023, yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Jalur Gaza, yang mengarah pada penghentian permusuhan antara Israel dan Hamas.

Resolusi ini juga menuntut agar semua pihak dalam konflik mematuhi hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan warga dan objek sipil. Resolusi ini disetujui oleh 120 negara, dengan 8 negara menentang dan 45 negara abstain. Negara-negara yang menentang resolusi ini adalah Amerika Serikat, Israel, Australia, Brasil, Kanada, Kolumbia, Mikronesia, dan Ukraina. Negara-negara yang abstain antara lain adalah Jerman, Prancis, Inggris, India, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.

Tidak hanya itu Deadlocknya Resolusi PBB terhadap Konflik Palestina-Israel memicu kekhawatiran akan munculnya perang dalam skala lebih luas melibatkan negara-negara pendukung Israel dan yang memihak Palestina.

Dengan kata lain, akankah perang Israel dan Palestina kali ini berujung pada terjadinya Perang Dunia III? Salah satu garis pemisah utama di Timur Tengah adalah antara AS dan sekutunya, serta Iran dan sekutunya. Kedua belah pihak sadar akan risikonya. Jika perang ini berubah dari perang dingin menjadi perang panas, maka hal ini akan menyalakan ‘kebakaran besar’ di Timur Tengah yang mempunyai arti penting secara global.

Imam Pesuwaryantoro selaku Delegasi Asia World Peace Summit 2023 mengungkapkan bahwa satu-satunya jalan untuk mengurangi ketegangan konflik antara Palestina-Israel adalah perundingan mufakat antara kedua belah pihak negara serta menjalankan secara komit Resolusi PBB yang telah disepakati. Imam berharap Resolusi PBB yang telah disepakati oleh 120 negara bukan hanya sekedar ceremonial belaka tanpa ujung solusi yang kongkrit.

Baca juga: Imam Pesu Berhasil Ciptakan Inovasi Media Agregator untuk Promosi UMKM Indonesia

 

Pemuda Kota Bekasi yang bernama Imam Pesuwaryantoro atau akrab disapa Imam Pesu mengungkapkan analisa peta geopolitik timur tengah berdasarkan Data Diplomacy yang diperoleh. Baru-baru ini konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel menghasilkan korban jiwa yang tidak sedikit. Setidaknya selama periode 7 Oktober hingga 3 November 2023, lebih dari 9.299 orang, dan lebih dari 25.000 orang terluka, hingga Jumat (3/11).

Tidak hanya itu, Serangan Israel kepada Palestina memborbardir beberapa titik sentral seperti Tempat Penampungan Air Bersih, Rumah Sakit (RS), Tempat Pengungsian, Putusnya Akses Listrik hingga Komunikasi Internet.

Mungkinkah World War III akan terjadi Pasca Deadlocknya Resolusi PBB (Palestina-Israel)? tentunya kemungkinan hal ini adalah sesuatu hal yang harus dihindarkan. Namun beberapa data yang berhasil dielaborasi berdasarkan Data Diplomacy terdapat analisa bahwa Konflik Palestina-Israel merupakan salah satu pertikaian terpanjang dalam sejarah dan terbilang sangat rumit.

Aksi organisasi gerakan perlawanan rakyat Palestina, Hamas, menyerang Israel pada tanggal 7 Oktober 2023 mengejutkan banyak pihak. Israel pun membalas dengan serangan-serangan ke Jalur Gaza, yang menargetkan bangunan tempat tinggal, rumah sakit, dan menewaskan banyak masyarakat sipil.

Deadlocknya Resolusi PBB terhadap Konflik Palestina-Israel juga dibahas dalam pembukaan sesi dewan dimana Kepala HAM PBB – Michele Bachelet mengatakan dia prihatin mengenai tingginya angka korban di Gaza dan memperingatkan bahwa serangan Israel mungkin merupakan kejahatan perang.

Perlu diketahui Resolusi PBB Palestina 2023 adalah resolusi yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada 27 Oktober 2023, yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Jalur Gaza, yang mengarah pada penghentian permusuhan antara Israel dan Hamas.

Resolusi ini juga menuntut agar semua pihak dalam konflik mematuhi hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan warga dan objek sipil. Resolusi ini disetujui oleh 120 negara, dengan 8 negara menentang dan 45 negara abstain. Negara-negara yang menentang resolusi ini adalah Amerika Serikat, Israel, Australia, Brasil, Kanada, Kolumbia, Mikronesia, dan Ukraina. Negara-negara yang abstain antara lain adalah Jerman, Prancis, Inggris, India, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.

Tidak hanya itu Deadlocknya Resolusi PBB terhadap Konflik Palestina-Israel memicu kekhawatiran akan munculnya perang dalam skala lebih luas melibatkan negara-negara pendukung Israel dan yang memihak Palestina.

Dengan kata lain, akankah perang Israel dan Palestina kali ini berujung pada terjadinya Perang Dunia III? Salah satu garis pemisah utama di Timur Tengah adalah antara AS dan sekutunya, serta Iran dan sekutunya. Kedua belah pihak sadar akan risikonya. Jika perang ini berubah dari perang dingin menjadi perang panas, maka hal ini akan menyalakan ‘kebakaran besar’ di Timur Tengah yang mempunyai arti penting secara global.

Imam Pesuwaryantoro selaku Delegasi Asia World Peace Summit 2023 mengungkapkan bahwa satu-satunya jalan untuk mengurangi ketegangan konflik antara Palestina-Israel adalah perundingan mufakat antara kedua belah pihak negara serta menjalankan secara komit Resolusi PBB yang telah disepakati. Imam berharap Resolusi PBB yang telah disepakati oleh 120 negara bukan hanya sekedar ceremonial belaka tanpa ujung solusi yang kongkrit.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *