Beritakota.id, Jakarta – Kementrian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia memastikan akan menyelidiki kasus tewasnya ibu hamil yang diduga tertebak peluru nyasar saat terjadi kontak tembak antara TNI dan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto mengatakan pemerintah dalam hal ini aparat penegakan hukum sedang bekerja memproses kasus tersebut.
Dia memastikan proses penegakan hukum akan berjalan dengan transparan dan akuntabel ke publik
“Kita hormati teman-teman Polri yang sedang melakukan pekerjaan tersebut. Dan saya yakin dalam waktu dekat ketika selesai juga akan disampaikan ke publik,” ujar Mugiyanto di kantor Kementrian HAM, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Baca juga: Anggota KKB Yalimo Ditangkap, Satgas Cartenz Amankan 2 Senjata Api dan Amunisi
Mugiyanto menegaskan bahwa pemerintah juga telah turun langsung memberikan pemulihan kepada keluarga korban.
“Terkait pemulihan keluarga korban sudah menjadi komitmen Kementerian Asasi Manusia. Kami mengupayakan untuk turun bertemu dengan keluarga korban dan memastikan negara hadir,” kata Mugiyanto.
“Jadi kami akan identifikasi kebutuhannya apa. Kami bayangkan kebutuhan pemuatan psikologis itu biasanya diperlukan dan juga hal yang bersifat mendesak. Kami lakukan dengan pertama-tama nanti menurunkan tim Kementerian Asasi Manusia dan berkoordinasi dengan Kementerian lembaga terkait,” pungkasnya.

