Beritakota.id, rebes – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Brebes ambil bagian dalam Panen Raya Serentak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang digelar secara nasional pada Kamis, (15/1/ 2026). Kegiatan ini merupakan program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan.
Panen raya tersebut mengacu pada Surat Edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.04.02-489 tentang Pelaksanaan Panen Raya Serentak UPT Pemasyarakatan Januari 2026. Secara nasional, kegiatan dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan diikuti seluruh UPT Pemasyarakatan di Indonesia, termasuk Lapas Brebes.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan panen raya ini menunjukkan peran Pemasyarakatan dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Menurut dia, lapas dan rumah tahanan kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai pusat produksi pangan.
“Lapas bukan lagi sekadar tempat pelatihan narapidana, tetapi juga pusat produksi komoditas pangan berkualitas,” ujar Agus dalam keterangannya.
Di Lapas Brebes, panen raya melibatkan jajaran manajerial dan staf serta empat warga binaan pemasyarakatan yang mengikuti program pembinaan kemandirian. Dari kegiatan tersebut, lapas berhasil memanen 20 kilogram jamur tiram dan 50 kilogram singkong.
Kepala Lapas Brebes Gowim Mahali mengikuti kegiatan panen raya secara daring dari Nusakambangan bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, serta jajaran Pemasyarakatan Jawa Tengah lainnya.
Gowim mengatakan panen raya ini merupakan implementasi dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan. Melalui pemanfaatan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), warga binaan dibekali keterampilan pertanian yang bersifat produktif dan bernilai ekonomi.
“Panen raya ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke masyarakat,” kata Gowim.
Selain berkontribusi pada ketersediaan pangan, kegiatan tersebut juga dinilai memperkuat proses asimilasi dan reintegrasi sosial warga binaan melalui kerja produktif berbasis pertanian. Hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan internal lapas sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga binaan.
Melalui panen raya serentak ini, Lapas Kelas IIB Brebes menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program nasional ketahanan pangan sekaligus memperkuat fungsi Pemasyarakatan sebagai lembaga pembinaan yang produktif.

