Beritakota.id, Badung – Di tengah denyut Kuta yang dinamis, di mana hotel butik dan vila-vila mewah tumbuh bersisian dengan butik seni kontemporer, sebuah ruang baru yang menandai standar kemewahan hunian masa kini resmi dibuka: LIXIL Experience Center (LEC) Bali. Lebih dari sekadar showroom, LEC Bali menjelma menjadi destination gallery—tempat gagasan tentang ruang hidup masa depan dipertemukan dengan teknologi, estetika, dan filosofi well-being.

Berluas 483 meter persegi, bangunan dua lantai ini terasa seperti sebuah galeri seni yang hidup. Setiap sudutnya mengajak pengunjung untuk tidak hanya melihat, tetapi mengalami. Material, tekstur, permainan warna satin, hingga arsitektur pencahayaan yang lembut seolah dikurasi untuk membangkitkan imajinasi baru tentang kamar mandi, ruang wellness, dan konsep hunian bergaya resort modern.

Bali selalu menjadi medan eksperimen kreatif bagi arsitek dan desainer. Dengan reputasinya sebagai global sanctuary bagi wellness dan hospitality, kehadiran LEC Bali terasa seperti jawaban tepat atas kebutuhan akan pusat inspirasi yang lebih terarah dan berkualitas tinggi. Audrey Yeo, Leader LIXIL Water Technology Asia Pacific, menggambarkannya sebagai ruang yang tidak hanya memamerkan produk, tetapi “menghidupkan gagasan tentang bagaimana estetika, fungsi, dan keberlanjutan bisa berpadu menjadi keseharian baru.”

Baca juga : LIXIL Hadir di ARCH.ID 2025: Tampilkan GROHE SPA

Masuk ke dalam area utama, pengunjung akan menemukan pengalaman multisensori yang sulit digantikan oleh katalog digital. GROHE, American Standard, dan INAX ditampilkan bukan sebagai produk, melainkan sebagai living objects—bagian dari narasi ruang yang mengutamakan detail, keanggunan tactile, serta desain yang membawa efek emosional. Furnitur kamar mandi yang sebelumnya kerap dianggap utilitarian kini tampil sebagai elemen arsitektural yang mampu mengubah karakter sebuah bangunan.

Salah satu sorotan utama adalah dua inovasi terbaru GROHE yang diperkenalkan pertama kali di LEC Bali. Finishing Satin Steel dan Satin Graphite dari GROHE Colors Collection menghadirkan atmosfer kontemporer yang lembut namun berkarisma. Finishing satin yang tak memantulkan cahaya secara agresif memberikan eksotisme tersendiri—membuat ruang terasa lebih tenang, matang, dan tak lekang waktu. Sementara itu, GROHE SPA Rainshower Aqua Pure membawa konsep home spa ke level yang lebih privat dan personal; bukan hanya sekadar shower, tetapi pengalaman wellness berbasis air yang dirancang untuk merawat kulit, rambut, dan kondisi mental.

LEC Bali juga menjadi ruang kolaborasi yang sangat humanis. Para desainer, arsitek, developer, hingga pemilik rumah premium dapat berdiskusi langsung dengan para konsultan LIXIL yang berpengalaman. Di sini, personalisasi bukan sekadar pilihan warna atau bentuk, tetapi proses kreatif menyeluruh—mulai dari adaptasi gaya hidup, penyesuaian proyek hospitality, hingga menerjemahkan karakter penghuni ke dalam desain kamar mandi dan ruang personal wellness mereka.

Pada titik ini, LEC Bali terasa hampir seperti sebuah studio desain independen. Setiap konsultasi dilakukan dengan memerhatikan ritme dan kebutuhan ruang: bagaimana cahaya alami masuk, bagaimana air mengalir, bagaimana tekstur memengaruhi suasana psikologis. Inilah pengalaman yang sulit ditemukan di pusat desain lain, dan menjadikan LEC Bali sebuah “ruang ide” yang mendorong kreativitas melampaui batas komersial.

Arfindi Batubara, Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, menyebut LEC Bali sebagai tempat “di mana ide besar dirawat secara intim.” Dan pernyataan ini terasa sangat tepat. Dari ritme lantai hingga desain lorong, LEC Bali seperti ingin mengajak pengunjung untuk memperlambat langkah, menyentuh permukaan, merasakan suhu, dan memikirkan ulang definisi ‘rumah yang modern.’

Dengan hadirnya Experience Center ini, Bali kini tidak hanya menjadi destinasi wisata dunia, tetapi evolusi berikutnya: pusat inspirasi desain hunian yang menggabungkan seni, teknologi, dan sustainability dalam satu ruang elegan. (herman Effendi / Lukman Hqeem)