Beritakota.id, Jakarta – Sejumlah pengurus dan anggota HMD-Gemas Indonesia (Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas Indonesia) melakukan audiensi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di kantor BGN, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (03/12/2025). Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Umum HMD-Gemas Indonesia Prof. Dr. Drs. Yadiman, SH, MH serta Sekretaris Jenderal Yusup Supriadi.

Dalam pertemuan tersebut, HMD-Gemas Indonesia menyampaikan berbagai persoalan yang dialami para mitra dapur penyedia layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah. Menurut Prof. Yadiman, masalah utama yang saat ini dirasakan mitra adalah keterlambatan pencairan dana operasional.

Baca juga : Pengamat: Lewat MBG, Presiden Prabowo Teguhkan Arah Pembangunan Manusia Berkelanjutan

“Biasanya pencairan dana tidak lebih dari dua minggu. Namun belakangan ini indikasinya sudah lebih dari empat minggu belum cair,” ucap Prof. Yadiman. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut berdampak langsung pada keberlangsungan kegiatan dapur, termasuk pelayanan kepada sekolah, posyandu, serta para ibu hamil yang menjadi penerima manfaat.

Karena dana belum cair, sejumlah dapur tidak beroperasi, sehingga para relawan belum mendapatkan dana operasional dan pelayanan kepada masyarakat pun terhenti. “Para relawan belum menerima hak mereka, sementara pihak sekolah dan posyandu tidak mendapatkan pasokan makanan karena dapur tidak berjalan,” imbuhnya.

Sekjen HMD-Gemas Indonesia, Yusup Supriadi, juga menyoroti persoalan lain yang kini muncul, yaitu bertambahnya titik-titik dapur baru di berbagai wilayah. Menurutnya, hal ini menyebabkan pengurangan kuota penyediaan MBG bagi mitra yang sudah lebih dulu bekerja, dan menimbulkan kecemasan di kalangan relawan lama.

“Mereka khawatir jumlah relawan yang sudah sejak awal bekerja akan dikurangi. Kami berharap BGN memperhatikan hal ini demi kelancaran program prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ujar Yusup. Ia juga menekankan pentingnya keamanan sistem IT BGN karena berkaitan dengan pengelolaan data mitra di seluruh Indonesia.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal perbaikan sistem pengelolaan mitra dapur MBG demi memastikan pelayanan makanan bergizi kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. (Herman Effendi / Lukman Hqeem)