Beritakota.id, Jakarta – Program ENTREV mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik Idul Fitri 1447 H dengan menggunakan kendaraan listrik yang aman dan nyaman. Momentum arus mudik dinilai menjadi ajang penting untuk menguji kesiapan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

ENTREV merupakan program kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan United Nations Development Programme yang berfokus pada percepatan transisi energi bersih, termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Strategi Akselerasi Penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada 26 Februari 2026 di Jakarta.

Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Industri Kemenko Infrastruktur, Firdausi Manti, menegaskan bahwa meningkatnya penggunaan kendaraan listrik harus diimbangi dengan penyediaan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat.

“Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas terkait ketersediaan SPKLU dan fitur pendukung lainnya agar perjalanan mudik dapat direncanakan dengan baik,” ujarnya.

Forum koordinasi ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya, terutama di jalur-jalur utama mudik. Sinergi antara pemerintah, operator, dan pelaku industri dinilai krusial untuk menjamin aksesibilitas layanan pengisian daya di lapangan.

Baca juga: ENTREV dan Kementerian ESDM Dorong Standarisasi Keselamatan Ketenagalistrikan untuk Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Dari sisi infrastruktur, perkembangan SPKLU menunjukkan tren positif. Berdasarkan data PT PLN (Persero), hingga 2025 jumlah SPKLU di Indonesia mencapai 4.655 unit, meningkat sekitar 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 3.223 unit. Sementara itu, jumlah titik lokasi operasional juga meningkat dari 2.192 menjadi 3.007 lokasi.

Project Coordinator ENTREV, Eko Adji Buwono, menyebut pertumbuhan ini menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.

“Ekosistem kendaraan listrik terus berkembang. Infrastruktur yang semakin luas memberikan rasa aman bagi masyarakat, termasuk saat melakukan perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan perjalanan, seperti mengetahui lokasi SPKLU di sepanjang rute dan memanfaatkan aplikasi atau fitur digital yang tersedia.

“Dengan perencanaan yang matang, masyarakat dapat menikmati pengalaman mudik menggunakan kendaraan listrik yang aman, nyaman, dan efisien,” tambahnya.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang, ENTREV optimistis ekosistem kendaraan listrik Indonesia semakin siap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada mudik Lebaran 2026, sekaligus mendorong penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *