Beritakota.id, Bogor – Tren memelihara hewan peliharaan, khususnya kucing, terus berkembang di Indonesia. Memelihara anabul kini tidak lagi sekadar menjadi hobi, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup yang diiringi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Fenomena tersebut terlihat dalam penyelenggaraan PAWFORIA 2026, yang digelar pada 5 Juli 2026 di Living World Kota Wisata, Bogor. Acara ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi para pecinta kucing, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya perawatan hewan peliharaan secara bertanggung jawab.
Berbagai kegiatan digelar dalam acara tersebut, mulai dari talkshow, konsultasi kesehatan bersama dokter hewan, gathering komunitas, hingga pameran produk kebutuhan hewan peliharaan. PAWFORIA 2026 juga melibatkan sejumlah komunitas pecinta hewan, termasuk Djaboers, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V.
Dalam sesi edukasi, drh. Adenan Abdillah, drh. Maryori Firdaus, dan drh. Vina Suprapto Putri memberikan pemahaman kepada para pemilik anabul mengenai pentingnya perawatan yang tepat sejak dini.
Menurut drh. Adenan Abdillah, perkembangan industri pet di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Kesadaran masyarakat terhadap kualitas hidup hewan peliharaan pun terus meningkat.
“Kalau dulu kita jarang melihat orang membawa stroller berisi kucing ke pusat perbelanjaan, sekarang hal itu sudah menjadi pemandangan yang biasa. Ini menunjukkan ekosistem pecinta hewan terus berkembang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan seperti PAWFORIA memiliki peran penting dalam mempertemukan dokter hewan, komunitas, pelaku industri, serta para pemilik hewan dalam satu wadah sehingga edukasi mengenai kesehatan hewan dapat disampaikan secara langsung.
“Melalui seminar, diskusi, dan konsultasi seperti ini, masyarakat bisa memahami bagaimana merawat hewan sesuai usia, kondisi kesehatan, dan kebutuhannya,” katanya.
PDHI Jawa Barat V Gelar Fun International Cat Show
Pada kesempatan tersebut, drh. Adenan juga mengumumkan bahwa PDHI Jawa Barat V akan menggelar Fun International Cat Show pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut akan menghadirkan juri internasional dari Amerika Serikat, seminar ilmiah bagi dokter hewan, serta pameran berbagai produk kebutuhan hewan peliharaan. Ajang ini juga terbuka bagi peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
Memelihara Kucing Membutuhkan Komitmen
Di tengah meningkatnya tren memelihara kucing, drh. Adenan mengingatkan bahwa keputusan memiliki hewan peliharaan harus disertai komitmen jangka panjang.
Baca juga: 8 Manfaat Memelihara Hewan Peliharaan untuk Anak, Latih Empati dan Tanggung Jawab Sejak Dini
Menurutnya, calon pemilik perlu memahami karakter ras, kebutuhan nutrisi, biaya perawatan, hingga kesiapan memberikan perhatian sepanjang hidup hewan tersebut.
“Jangan hanya memilih karena lucu atau sedang populer. Pastikan kita mampu memenuhi seluruh kebutuhannya hingga sepanjang hidupnya,” tegasnya.
Nutrisi Berkualitas Menjadi Kunci Kesehatan Kucing
Selain perawatan rutin, pemilihan makanan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan kucing. Drh. Adenan menyarankan pemilik tidak hanya tergiur harga murah atau promosi, tetapi juga memperhatikan kualitas kandungan nutrisi.
Menurutnya, kucing membutuhkan protein berkualitas tinggi. Karena itu, pemilik dianjurkan memilih produk yang menggunakan fresh chicken meat sebagai sumber protein utama dibandingkan meat by-product.
“Yang paling penting adalah kandungan nutrisinya sesuai dengan kebutuhan kucing, bukan semata-mata harga produknya,” ujarnya.
Disarankan Memiliki Lebih dari Satu Dokter Hewan
Drh. Adenan juga menyarankan setiap pemilik hewan memiliki kontak lebih dari satu dokter hewan. Langkah tersebut penting sebagai antisipasi apabila terjadi kondisi darurat maupun untuk memperoleh pendapat medis kedua sebelum menentukan tindakan terbaik bagi hewan peliharaan.
Jangan Mudah Percaya Informasi dari Media Sosial
Maraknya informasi mengenai kesehatan hewan di media sosial juga menjadi perhatian. Drh. Adenan mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengikuti berbagai saran yang beredar di internet tanpa berkonsultasi dengan dokter hewan.
Ia mencontohkan, gejala diare pada kucing dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi, cacing, stres, maupun kesalahan pola makan. Karena itu, diagnosis dan penanganannya tidak dapat disamaratakan.
Sementara itu, drh. Maryori Firdaus dan drh. Vina Suprapto Putri turut mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, vaksinasi, pemberian obat cacing, grooming, serta konsultasi rutin agar hewan peliharaan tetap sehat.
Perwakilan komunitas Djaboers, Shania Hafsah, menilai PAWFORIA menjadi wadah positif bagi para pecinta anabul untuk berbagi pengalaman sekaligus memperoleh edukasi langsung dari para dokter hewan.
Melalui kegiatan seperti PAWFORIA 2026, diharapkan semakin banyak masyarakat memahami bahwa memelihara hewan bukan hanya soal memberikan kasih sayang, tetapi juga memenuhi kebutuhan kesehatan, nutrisi, dan kesejahteraannya secara berkelanjutan.
“Tujuan memelihara anabul adalah menghadirkan kebahagiaan. Dengan edukasi yang benar, kita dapat hidup lebih sehat bersama hewan peliharaan sekaligus memberikan kualitas hidup terbaik bagi mereka,” tutup drh. Adenan Abdillah. (***)

