Beritakota.id, Maybrat – Puluhan masyarakat, milenial, serta tokoh pendukung Partai Nasional Demokrat (NasDem) melakukan aksi penyegelan terhadap Sekretariat Partai NasDem Maybrat di Kumurkek, Ibu Kota Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Selasa (2/12/2025).

Sebelum melakukan penyegelan, Massa terlebih dahulu berorasi di halaman Kantor DPRK Maybrat. Mereka membawa spanduk dan pamflet berisi tuntutan agar Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, segera mengevaluasi Fraksi NasDem DPRK Maybrat, khususnya Ketua DPRK Maybrat.

Namun, Ketua DPRK Maybrat Silas Frasawi, yang merupakan kader Partai NasDem, tidak menemui massa, meski diketahui berada di Maybrat. Massa justru ditemui oleh anggota Fraksi Golkar dan Sekretaris Dewan DPRK Maybrat.

Kekecewaan tersebut memicu massa meluapkan amarah dengan memalang Sekretariat Partai NasDem Maybrat serta menurunkan bendera NasDem yang berada di lokasi.

Dalam orasinya, salah satu perwakilan massa menegaskan bahwa mereka tidak akan membuka palang di Sekretariat Partai NasDem Maybrat hingga tuntutan mereka dijawab langsung oleh Ketua Umum Surya Paloh.

Bahkan, massa mengancam akan pindah dukungan ke partai politik lain pada Pileg 2029 jika tidak ada langkah tegas dari DPP NasDem.

“Kami akan pindah partai jika tuntutan tidak diindahkan, karena Partai NasDem bukanlah partai yang tepat sebagai alat perjuangan,” tegas salah satu orator.

Mereka menilai Ketua DPRK Maybrat tidak mampu mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta gagal menjalankan tanggung jawab sebagai pimpinan dewan dari partai yang dikenal dengan slogan Restorasi dan No Mahar tersebut.

Aksi penyegelan dilakukan karena massa menilai Fraksi NasDem DPRK Maybrat tidak menjalankan tugas dan tanggung jawab, dengan poin keluhan sebagai berikut:

1. Empat anggota Fraksi NasDem tidak melakukan sosialisasi dan konsolidasi untuk kepentingan umum masyarakat Maybrat.

2. Tidak mampu memfasilitasi anggota, pendukung, milenial, dan simpatisan NasDem untuk mengikuti bimbingan di DPP Partai NasDem di Jakarta.

3. Tidak dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Maybrat, terutama pendukung NasDem.

4. Tidak menjaga basis-basis pendukung NasDem di Kabupaten Maybrat.

5. Ketua DPRK tidak merespons maupun menindaklanjuti aspirasi masyarakat, baik dalam forum kepartaian maupun forum diskusi.

6. Ketua DPRK tidak mampu menjalin kemitraan dengan pihak eksekutif Kabupaten Maybrat.

7. Ketua DPRK dinilai lebih mementingkan kepentingan pribadi dibanding kepentingan masyarakat Maybrat.

Jika DPP Partai NasDem tidak mengindahkan dan memperhatikan keluhan ini, maka masyarakat, milenial, serta tokoh-tokoh dari seluruh basis NasDem di Kabupaten Maybrat menyatakan akan meninggalkan Partai NasDem dan bergabung dengan partai lain. (Herman Effendi / Lukman Hqeem)