Berita Kota, Jakarta – Pemerintah mulai membuka wacana pengembangan moda transportasi baru di kawasan Jabodetabek guna memperkuat konektivitas antarkawasan penyangga dengan simpul angkutan massal utama, seperti MRT dan LRT. Moda tersebut diberi nama Skytrain, yang dirancang sebagai sistem pengumpan (feeder) menuju jaringan transportasi perkotaan yang sudah beroperasi.
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, Risal Wasal, mengatakan Skytrain merupakan kereta berpenggerak mandiri yang tidak menggunakan sistem kabel seperti kereta gantung. Moda ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan akses awal dan akhir perjalanan masyarakat dari kawasan hunian menuju stasiun MRT dan LRT.
“Kami mencoba menghadirkan satu jenis kereta baru yang kami sebut Skytrain. Ini kereta api berpenggerak mandiri, bukan cable train. Untuk tahap awal, kami kaji dua koridor feeder,” ujar Risal dikutip Senin (5/1/2025).
Salah satu koridor yang tengah dikaji berada di wilayah selatan Jakarta. Skytrain direncanakan menjadi penghubung kawasan BSD, Tangerang Selatan, menuju Stasiun MRT Lebak Bulus. Rute ini dipertimbangkan melalui dua alternatif jalur, yakni melewati Bintaro atau langsung masuk ke Tangerang Selatan hingga Pondok Cabe.
“Feeder MRT di Lebak Bulus kita konsepkan dari BSD sampai ke MRT Lebak Bulus. Bisa lewat Bintaro atau melalui Tangerang Selatan dan Pondok Cabe. Ada dua opsi jalur,” jelas Risal.
Selain wilayah selatan, kawasan timur Jabodetabek juga masuk dalam rencana pengembangan Skytrain. Moda ini diharapkan dapat mendukung layanan LRT Jabodebek dengan menjangkau kawasan permukiman di sekitar Bogor dan sekitarnya.
“Untuk mendukung LRT Jabodebek di Cibubur, rutenya bisa dari Mekarsari, bahkan sampai Cariu di Jonggol, Kabupaten Bogor, menuju Stasiun LRT Cibubur,” tambahnya.
Risal menilai tantangan utama sistem transportasi Jakarta saat ini bukan lagi pada jalur utama (trunk line). Infrastruktur seperti MRT, LRT, dan BRT sudah tersedia, namun akses menuju dan dari simpul transportasi tersebut masih terbatas.
“Masalah kita sekarang ada di first mile dan last mile. Bagaimana masyarakat di Bogor, Bekasi, dan Tangerang bisa dengan mudah, aman, nyaman, dan terjangkau menuju simpul MRT atau LRT,” ujarnya.
Melalui pengembangan Skytrain, pemerintah berharap masyarakat dapat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, sekaligus meningkatkan integrasi antarmoda di kawasan Jabodetabek.

