Beritakota.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Financial Wellness for Athletes di Kantor DPP PIKI, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Kegiatan ini menjadi forum diskusi multipihak untuk menghimpun masukan dan gagasan terkait penguatan kesejahteraan atlet Indonesia secara berkelanjutan.
FGD menghadirkan Wakil Ketua Umum DPP PIKI sekaligus mantan atlet nasional Greysia Polii, Certified Financial Planner (CFP) Juanita Wiratmaja, atlet catur nasional peraih medali emas SEA Games 2025 Chelsia Monica Sihite, serta dimoderatori oleh akademisi dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PIKI Harsen Roy.
Sekretaris Jenderal DPP PIKI Benyamin Patondok yang hadir mewakili Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari komitmen DPP PIKI untuk memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi pembangunan bangsa, termasuk dalam bidang olahraga.
“DPP PIKI ingin terus menghadirkan gagasan dan rekomendasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui FGD ini, kami berharap lahir masukan konstruktif yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan atlet Indonesia, baik selama masa aktif maupun setelah mereka menyelesaikan karier olahraga,” ujar Benyamin.
Baca juga: Kisah Rifka, Mantan Atlet Pencak Silat yang Harumkan Indonesia di Pump It Up Asia Pasifik 2026
Dalam pemaparannya, Greysia Polii menekankan bahwa pembahasan mengenai kesejahteraan atlet tidak dapat dilepaskan dari upaya mempersiapkan masa depan atlet secara lebih terencana.
“Atlet telah memberikan yang terbaik untuk bangsa. Karena itu, penting untuk memastikan mereka memiliki kesempatan membangun masa depan yang baik melalui dukungan ekosistem yang tepat, termasuk peningkatan literasi keuangan dan perencanaan jangka panjang,” kata Greysia.
Sementara itu, Juanita Wiratmaja menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini sebagai bagian dari perjalanan karier atlet.
“Prestasi olahraga perlu diikuti dengan perencanaan keuangan yang baik. Literasi keuangan yang diberikan secara berkelanjutan akan membantu atlet mengambil keputusan yang tepat demi masa depan mereka,” ujar Juanita.
Di sisi lain, Chelsia Monica Sihite membagikan perspektif atlet aktif mengenai pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan atlet dari berbagai cabang olahraga.
“Setiap atlet memiliki perjuangan dan tantangan masing-masing. Dukungan yang berkelanjutan akan membantu atlet lebih fokus mengembangkan potensi dan terus mengharumkan nama Indonesia,” ungkap Chelsia.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, praktisi, jurnalis, pengurus organisasi, serta orang tua atlet. Berbagai pandangan yang disampaikan memperkaya pembahasan mengenai pentingnya literasi keuangan, perlindungan sosial, perencanaan masa depan, serta penguatan ekosistem pendukung bagi atlet Indonesia.
Melalui FGD ini, DPP PIKI menegaskan komitmennya untuk merumuskan berbagai masukan yang berkembang menjadi rekomendasi kebijakan sebagai kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan olahraga nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, DPP PIKI akan menghimpun hasil diskusi untuk dirumuskan dalam bentuk policy brief dan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan dalam memperkuat kesejahteraan atlet Indonesia.

