Beritakota.id, Jakarta – Hobi bermain gim arcade ternyata bisa mengantarkan seseorang meraih prestasi di tingkat internasional. Hal itulah yang dibuktikan oleh Rizki Arifaku Sumastuti atau yang akrab disapa Rifka.

Perempuan asal Yogyakarta tersebut sukses mengharumkan nama Indonesia setelah meraih Juara 1 kategori Speed Female pada ajang Pump It Up Dominion: Asia Pacific Tournament 2026 yang berlangsung di Korea Selatan.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena Rifka harus bersaing dengan para pemain terbaik dari enam negara di kawasan Asia Pasifik sebelum akhirnya berdiri di podium tertinggi.

Berawal dari Hobi Sejak Remaja

Di balik kesuksesan tersebut, Rifka mengaku perjalanan menuju level internasional dimulai dari kecintaannya terhadap permainan Pump It Up sejak usia remaja.

“Saya mulai main Pump It Up usia 17 tahun, sekitar tahun 2017,” ujar Rifka saat ditemui usai konferensi pers bersama PIUVORIA dan Timezone Indonesia di Jakarta, Rabu (10/6).

Menurutnya, Pump It Up memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan permainan lainnya karena menuntut konsentrasi dan koordinasi tubuh secara bersamaan.

“Yang paling membuat saya suka karena kita harus fokus. Kita melihat layar, melihat panah, lalu mengoordinasikan mata, otak, dan kaki secara bersamaan. Itu yang membuat permainan ini menarik,” katanya.

Modal dari Dunia Pencak Silat

Sebelum dikenal sebagai pemain Pump It Up berprestasi, Rifka ternyata pernah menekuni dunia olahraga sebagai atlet pencak silat.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika harus menghadapi kompetisi Pump It Up tingkat tinggi yang membutuhkan stamina, kekuatan fisik, dan daya tahan tubuh layaknya seorang atlet profesional.

“Tentu sangat membantu. Menjadi atlet pencak silat itu harus latihan rutin hampir setiap hari, menjaga kondisi fisik, lari, pemanasan, dan sebagainya. Saat bermain Pump It Up level tinggi, kondisi fisik seperti itu sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Menurut Rifka, banyak orang mengira permainan ritme hanya mengandalkan kecepatan kaki. Padahal, di level kompetitif, pemain juga membutuhkan kekuatan otot dan kapasitas paru-paru yang baik.

“Main Pump It Up di level tinggi juga harus punya kondisi fisik yang prima seperti atlet. Harus punya paru-paru yang kuat,” tambahnya.

Baca juga: Kisah Imam Pesuwaryantoro, Driver Online yang Kini Jadi Praktisi Sustainability dan Komunikasi Global

Sempat Demam Saat Tiba di Korea Selatan

Perjalanan menuju gelar juara tidak sepenuhnya berjalan mulus. Rifka mengaku sempat mengalami demam sesaat setelah tiba di Korea Selatan karena harus beradaptasi dengan suhu yang jauh lebih dingin dibandingkan Indonesia.

Meski demikian, ia mampu beradaptasi dengan cepat berkat pengalaman sebelumnya berada di Malang yang memiliki cuaca relatif lebih sejuk dibandingkan Yogyakarta.

“Saya sempat sedikit demam karena kaget dengan suhu di sana yang memang jauh lebih dingin. Tapi karena sebelumnya sempat berada di Malang, jadi adaptasinya tidak terlalu sulit,” tuturnya.

Selain cuaca, tantangan lain yang harus dihadapi adalah perbedaan pola makan selama berada di Negeri Ginseng.

“Makannya berbeda sekali dengan Indonesia. Banyak makanan yang kalorinya tinggi, banyak keju juga. Jadi harus menjaga kondisi tubuh dengan baik,” katanya.

Dukungan Orang Tua Jadi Kekuatan

Di balik keberhasilannya, Rifka mengaku selalu mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Sebagai anak perempuan yang harus berangkat seorang diri ke luar negeri untuk bertanding, perhatian keluarga menjadi sumber semangat tersendiri.

Menurutnya, orang tua tidak pernah meragukan kemampuannya dalam bertanding. Kekhawatiran mereka justru lebih banyak terkait keselamatan selama perjalanan dan aktivitas di negara lain.

“Orang tua sebenarnya sangat mendukung. Mereka yakin dengan kemampuan saya. Yang mereka khawatirkan justru apakah saya bisa berangkat dan pulang dengan aman karena pergi sendiri ke luar negeri,” ungkapnya.

Sejak awal, keluarganya juga selalu mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara hobi, pendidikan, dan aktivitas lainnya.

Indonesia Semakin Diperhitungkan

Keberhasilan Rifka menjadi bukti bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat berkembang menjadi prestasi membanggakan di tingkat dunia.

Pada ajang Pump It Up Dominion: Asia Pacific Tournament 2026, Indonesia tidak hanya membawa pulang gelar Juara 1 kategori Speed Female melalui Rifka, tetapi juga meraih Juara 2 kategori Speed Male.

Pencapaian tersebut semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru dalam komunitas Pump It Up di kawasan Asia Pasifik, sekaligus membuka inspirasi bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan minat mereka hingga ke panggung internasional. (Adang Simarma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *