Beritakota.id, Jakarta – Sakit kepala yang terus memburuk disertai pandangan kabur sering kali dianggap sebagai keluhan umum yang tidak berbahaya. Namun, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda awal tumor otak yang memerlukan penanganan medis segera. Deteksi dini menjadi sangat penting karena pertumbuhan sel abnormal di otak dapat memengaruhi berbagai fungsi vital tubuh, mulai dari penglihatan, keseimbangan, hingga perubahan perilaku dan kesadaran.

Dokter Spesialis Bedah Saraf, dr. Moch. Evodia Slamet R, Sp.BS, menjelaskan bahwa tumor otak merupakan pertumbuhan sel abnormal yang terjadi pada jaringan otak maupun struktur di sekitarnya. Secara umum, tumor otak dibagi menjadi dua jenis, yaitu tumor primer dan tumor sekunder.

“Tumor primer berasal langsung dari sel-sel otak atau selaput otak. Sifatnya bisa jinak maupun ganas. Sedangkan tumor sekunder atau metastasis berasal dari penyebaran kanker dari organ tubuh lain ke otak,” ujar dr. Evodia dalam kegiatan media gathering bertajuk “Tumor Otak dan Tatalaksananya” yang diselenggarakan RS Premier Bintaro, Kamis (18/6) di Jakarta.

Ia menambahkan, kasus tumor otak sekunder lebih sering ditemukan dibandingkan tumor primer. Kondisi ini terjadi akibat penyebaran sel kanker dari organ lain yang kemudian mencapai jaringan otak.

Salah satu gejala paling umum yang dialami pasien adalah sakit kepala yang semakin berat secara progresif, sering kali disertai gangguan penglihatan. Hal ini terjadi akibat peningkatan tekanan di dalam rongga kepala seiring membesarnya ukuran tumor.

“Kenapa progresif? Karena tumornya makin besar, tekanannya juga meningkat, sehingga gejala yang muncul akan semakin berat,” jelasnya.

Gangguan penglihatan yang muncul tidak hanya berupa pandangan kabur, tetapi juga dapat berupa hilangnya sebagian lapang pandang. Pada kasus tertentu, pasien dapat mengalami kondisi yang dikenal sebagai “kacamata kuda”, yaitu penyempitan area penglihatan akibat gangguan pada saraf penglihatan.

Baca juga: Apakah Obat Hipertensi Merusak Ginjal? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui

Selain itu, gejala tumor otak sangat bergantung pada lokasi tumor di dalam otak. Jika menyerang area tertentu, pasien dapat mengalami kelemahan pada tangan atau kaki, gangguan keseimbangan, penurunan pendengaran, mata juling, hingga mata yang tampak menonjol.

Perubahan kepribadian dan perilaku juga dapat terjadi apabila tumor mengenai bagian otak yang mengatur emosi dan karakter seseorang. Pada sebagian kasus, gangguan hormonal akibat tumor juga dapat memicu perubahan bentuk tubuh.

Dr. Evodia menegaskan bahwa kejang yang muncul pertama kali pada seseorang tanpa riwayat epilepsi sebelumnya harus menjadi perhatian serius, karena dapat menjadi salah satu tanda adanya kelainan pada otak, termasuk tumor.

Pada kondisi yang lebih lanjut, peningkatan tekanan di dalam kepala dapat memicu muntah menyemprot, rasa kantuk berlebihan, hingga penurunan kesadaran. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala yang muncul secara progresif.

“Tumor otak bisa ditemukan secara tidak sengaja melalui pemeriksaan kesehatan atau pencitraan medis. Namun jika gejala sudah muncul dan semakin berat, jangan menunda untuk berkonsultasi agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” pungkasnya.

Tanda dan Gejala Tumor Otak yang Perlu Diwaspadai:

  • Sakit kepala yang semakin berat disertai pandangan kabur
  • Gangguan penglihatan atau hilangnya sebagian lapang pandang
  • Kelemahan pada tangan atau kaki
  • Gangguan keseimbangan tubuh
  • Penurunan pendengaran
  • Mata juling atau tampak menonjol
  • Perubahan kepribadian dan perilaku
  • Perubahan bentuk tubuh akibat gangguan hormonal
  • Kejang yang muncul pertama kali dalam hidup
  • Muntah menyemprot dan penurunan kesadaran

Deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi kunci penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien serta mencegah komplikasi serius akibat tumor otak. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *