Beritakota.id, Jakarta – Gelombang demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2026), berujung pada pertemuan langsung antara pimpinan DPR RI dan perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus serta organisasi kemahasiswaan.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menerima sejumlah perwakilan massa aksi yang sebelumnya menggelar demonstrasi dan menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Pertemuan berlangsung secara tertutup di lingkungan Gedung DPR RI.

Mahasiswa yang hadir berasal dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi, di antaranya Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Esa Unggul, hingga Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Baca juga: BEM UI Gelar Demo Besar Hari Ini Bawa 5 Tuntutan Indonesia Menuju Bangkrut

DPR Terima Aspirasi Mahasiswa

Pertemuan berlangsung di Ruang Abdul Muis, Gedung DPR RI. Dalam agenda tersebut, Dasco didampingi sejumlah pimpinan dan anggota DPR, termasuk Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rano Al Fath, Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), serta anggota DPR Nazaruddin Dek Gam.

Saan Mustopa mengatakan DPR membuka ruang dialog untuk mendengarkan langsung aspirasi yang dibawa mahasiswa.

“Kita terima mahasiswa di ruang Abdul Muis. Kita tunggu apa yang akan mereka sampaikan,” ujar Saan.

Meski berlangsung tertutup dan tidak dapat diliput media, pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa DPR berupaya membuka jalur komunikasi dengan kelompok mahasiswa yang menyuarakan kritik terhadap kondisi nasional.

Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan Rakyat

Dalam aksi demonstrasi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti menyampaikan tiga tuntutan utama yang mereka sebut sebagai Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura).

Tuntutan pertama adalah mendesak pemerintah untuk segera melakukan pemulihan ekonomi dan politik secara nasional di tengah berbagai tantangan yang dirasakan masyarakat.

Kedua, mahasiswa meminta pemerintah memberantas praktik inkompetensi pejabat negara yang dinilai masih terjadi di berbagai sektor pemerintahan.

Sementara tuntutan ketiga adalah mengembalikan supremasi sipil sebagai prinsip utama dalam kehidupan demokrasi dan tata kelola pemerintahan.

Menurut mahasiswa, ketiga tuntutan tersebut merupakan refleksi dari berbagai persoalan yang saat ini menjadi perhatian publik.

Baca juga: BEM UI Gelar Demo Besar Hari Ini Bawa 5 Tuntutan Indonesia Menuju Bangkrut

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan

Selain menyampaikan Tritura, mahasiswa juga menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Beberapa isu yang menjadi perhatian massa aksi antara lain pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kondisi ekonomi nasional, hingga kebijakan terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.

Mahasiswa menilai kenaikan harga BBM non-subsidi berpotensi memengaruhi pola konsumsi energi masyarakat dan dapat berdampak pada ketersediaan BBM subsidi di lapangan.

Berbagai isu tersebut menjadi bagian dari aspirasi yang dibawa mahasiswa dalam dialog dengan pimpinan DPR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *