Beritakota.id, Jakarta – Komisi X DPR RI menyetujui usulan tambahan anggaran sebesar Rp17,18 triliun untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada tahun anggaran 2027. Persetujuan tersebut membuat total anggaran kementerian yang dipimpin Menteri Brian Yuliarto meningkat menjadi Rp82,02 triliun.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Kemendiktisaintek sebagai bagian dari pembahasan pagu indikatif APBN 2027.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, mengatakan tambahan anggaran diperlukan untuk mendukung berbagai program strategis yang dinilai belum dapat terakomodasi secara optimal dalam pagu indikatif sebelumnya sebesar Rp64,84 triliun.

“Komisi X DPR RI menyetujui usulan tambahan anggaran Rp17,18 triliun,” ujar Lalu dalam rapat kerja yang dikutip pada Senin (22/6/2026).

Menurutnya, kebutuhan anggaran pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan teknologi terus meningkat seiring target pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing nasional.

KIP Kuliah, Beasiswa dan Dosen Jadi Fokus Penguatan

Komisi X menilai alokasi anggaran awal belum cukup untuk memenuhi berbagai target prioritas sektor pendidikan tinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

Sejumlah program yang menjadi perhatian DPR antara lain Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK), hingga berbagai program peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi.

Selain itu, DPR juga menyoroti pentingnya penguatan dukungan terhadap riset dan inovasi nasional, termasuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di lingkungan kampus.

“Masih terdapat sejumlah program yang memerlukan dukungan anggaran lebih besar agar target pembangunan pendidikan tinggi dan sains dapat tercapai,” kata Lalu.

Bantuan Operasional Kampus dan Tunjangan Dosen Diperkuat

Tambahan anggaran juga diarahkan untuk memperkuat Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), pembinaan perguruan tinggi melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), serta keberlanjutan tunjangan profesi dosen non-PNS.

Tak hanya itu, revitalisasi rumah sakit pendidikan, penguatan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), hingga pengembangan jurnal ilmiah nasional turut menjadi fokus pembiayaan pada tahun mendatang.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem penelitian yang mampu menghasilkan inovasi berdaya saing global.

Kemendiktisaintek Siapkan Kampus Menuju Kelas Dunia

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan apresiasi atas dukungan DPR terhadap usulan tambahan anggaran kementeriannya.

Menurut Brian, tambahan dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat berbagai program prioritas, termasuk peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri dan swasta serta percepatan transformasi kampus menuju standar internasional.

“Kami menyampaikan terima kasih atas disetujuinya usulan tambahan anggaran yang kami sampaikan,” kata Brian.

Ia menegaskan, dukungan anggaran yang lebih besar akan menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperluas akses beasiswa, memperkuat riset nasional, serta mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

Pendidikan Tinggi Jadi Motor Daya Saing Nasional

Persetujuan tambahan anggaran ini menunjukkan komitmen pemerintah dan DPR dalam memperkuat sektor pendidikan tinggi sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

Dengan total anggaran mencapai Rp82,02 triliun pada 2027, Kemendiktisaintek diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas dosen dan kampus, serta mempercepat pengembangan sains dan teknologi yang menjadi kunci daya saing Indonesia di tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *