BERITAKOTA.ID, Brebes – Ratusan kios dan lapak di Pasar Induk Brebes, Jawa Tengah, tidak lagi beroperasi akibat lesunya aktivitas perdagangan. Penurunan daya beli masyarakat disebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat banyak pedagang gulung tikar dan menutup usahanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah kios terlihat tertutup rapat dan ditinggalkan pemiliknya. Barang dagangan yang belum terjual masih tersimpan di dalam kios. Kondisi pasar yang semakin sepi membuat banyak pedagang kesulitan mempertahankan usahanya, sementara kewajiban membayar cicilan pinjaman tetap berjalan.

Tasripin, pedagang bumbu dapur di Pasar Induk Brebes, mengatakan omzet penjualannya turun drastis dalam beberapa bulan terakhir. Jika sebelumnya ia mampu menjual sekitar 10 kilogram bumbu per hari, kini untuk menghabiskan 5 kilogram saja membutuhkan waktu hingga tiga hari.

“Dulu sehari bisa habis 10 kilogram. Sekarang 5 kilogram baru laku dalam tiga hari. Sementara kebutuhan keluarga harus tetap dipenuhi, sehingga terpaksa menambah pinjaman,” kata Tasripin saat ditemui di lapaknya, Jumat, (19/6/2026).

Menurut dia, hasil berdagang selama ini menjadi sumber penghasilan utama keluarga.

Namun, menurunnya jumlah pembeli membuat modal usaha terus tergerus untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Baca juga: Rayakan HUT TNI ke-80, Kodim Brebes Gelar Bhakti Teritorial di Pasar Induk

Keluhan serupa disampaikan Sukardi, 66 tahun, pedagang sayur di pasar tersebut.

Ia menilai berkurangnya pembeli tidak hanya dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat, tetapi juga karena banyak pedagang yang berjualan di luar area pasar.

Akibatnya, kata dia, sebagian konsumen memilih berbelanja di lapak-lapak yang berada di luar pasar sehingga jumlah pengunjung yang masuk ke dalam pasar terus berkurang.

“Pembeli sangat sepi. Sampai sore masih banyak barang yang belum terjual dan akhirnya layu. Kami berharap ada penataan agar pedagang yang berjualan di luar pasar bisa dipindahkan ke dalam,” ujar Sukardi.

Baca juga: Rupiah Sedang Lesu, Ini 4 Strategi Mengamankan Aset Keuangan agar Tidak Boncos

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Brebes, Tirto Agung Kumara, membenarkan adanya ratusan kios dan lapak yang tidak lagi aktif beroperasi di Pasar Induk Brebes.

Menurut Tirto, penutupan kios dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perlambatan ekonomi yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

“Penurunan daya beli memang menjadi salah satu penyebab. Kondisi ekonomi yang melambat membuat sebagian pedagang tidak mampu mempertahankan usahanya,” kata Tirto.

Pemerintah Kabupaten Brebes, lanjut dia, berencana melakukan penataan pasar secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Selain itu, ungkap Tirto pemerintah daerah juga telah mengusulkan program revitalisasi pasar kepada pemerintah pusat sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di pasar tradisional tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *