Beritakota.id, Jakarta – Industri makanan dan minuman (Food and Beverage/F&B) Indonesia memasuki babak baru dengan peluncuran resmi KRISTAInterFOOD 2026, platform pameran industri yang telah berkembang selama 27 tahun dan menjadi salah satu ajang bisnis terbesar bagi pelaku industri pangan nasional.
Didukung Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, GAPMMI, Association of Culinary Professionals Indonesia, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, KRISTAInterFOOD menargetkan penguatan kolaborasi industri, perluasan akses pasar, dan peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Peluncuran identitas baru tersebut sekaligus menjadi penegasan posisi KRISTAInterFOOD sebagai platform industri F&B yang dibangun oleh perusahaan nasional dan tumbuh bersama ekosistem industri makanan dan minuman Indonesia selama lebih dari dua dekade.
Berawal dari Industri Kemasan, Tumbuh Jadi Pameran F&B Nasional
Perjalanan Krista Exhibitions dimulai pada 1995 melalui penyelenggaraan pameran industri percetakan, kertas, dan kemasan. Melihat besarnya potensi industri pangan nasional, perusahaan kemudian mengembangkan pameran Food n Pack pada tahun 2000 yang berfokus pada sektor makanan, minuman, teknologi pangan, dan kemasan.
Tiga tahun berselang, platform tersebut berkembang menjadi InterFOOD yang kemudian tumbuh menjadi salah satu pameran industri makanan dan minuman terbesar di Indonesia.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menegaskan bahwa KRISTAInterFOOD merupakan hasil perjalanan panjang perusahaan nasional yang telah berkiprah selama 32 tahun di industri pameran.
“InterFOOD bukan warisan yang kami terima dari siapa pun. Ini adalah platform yang kami bangun dari ide, keyakinan, dan kerja keras selama 27 tahun. Sejak awal, tujuan kami menghadirkan panggung bagi industri makanan dan minuman Indonesia agar dapat tumbuh, berinovasi, dan terhubung dengan dunia,” ujar Daud.
Bukan Sekadar Rebranding
Chief Marketing Officer sekaligus Founder Krista Exhibitions, Christina Sudjie, menjelaskan bahwa peluncuran KRISTAInterFOOD bukan sekadar perubahan identitas visual, melainkan simbol kepercayaan yang telah dibangun bersama pelaku industri selama puluhan tahun.
Menurutnya, kekuatan sebuah platform industri tidak hanya ditentukan oleh nama, tetapi oleh hubungan dan kepercayaan yang tumbuh bersama exhibitor, asosiasi, komunitas bisnis, dan media.
“KRISTAInterFOOD adalah refleksi komitmen kami untuk terus tumbuh bersama industri makanan dan minuman Indonesia,” katanya.
Baca juga: SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di Jakarta, Bidik 20.000 Pelaku Industri FnB Global
Digelar di NICE PIK 2 dengan Standar Internasional
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, KRISTAInterFOOD 2026 akan digelar di NICE PIK 2, pada 4-7 November 2026 di lokasi baru yang menawarkan fasilitas lebih modern, kapasitas pameran lebih luas, serta pengalaman berstandar internasional bagi peserta dan pengunjung.
Perpindahan venue ini dinilai menjadi langkah strategis untuk mengakomodasi pertumbuhan industri F&B nasional yang terus berkembang dan semakin kompetitif.
KRISTAInterFOOD 2026 juga akan menghadirkan berbagai program unggulan yang melibatkan komunitas dan pelaku industri dari dalam maupun luar negeri.
Salah satunya adalah La Cuisine Cooking Competition 2026 yang diproyeksikan diikuti hampir 1.000 chef profesional bersama ACP Indonesia.
Selain itu, pameran juga akan menghadirkan Indonesia Coffee Art Battle dan kompetisi roasting bekerja sama dengan Dewan Kopi Indonesia, serta berbagai program pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi pelaku industri makanan dan minuman.
Dukungan pemerintah dan berbagai asosiasi industri menunjukkan bahwa KRISTAInterFOOD telah berkembang menjadi platform strategis yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia, inovasi produk, dan peningkatan daya saing industri nasional.
Melalui kolaborasi yang telah terbangun selama 27 tahun, KRISTAInterFOOD optimistis mampu terus menjadi jembatan bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar, memperkuat jejaring bisnis, dan membawa produk makanan serta minuman nasional bersaing di pasar global.

