BERITAKOTA.ID, Brebes – Puluhan warga yang didominasi ibu-ibu dari Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, menggelar istighosah di depan gerbang utama kawasan Waduk Malahayu, Senin, (22/6/2026). Kegiatan bertema “Mengetuk Pintu Langit Membuka Pintu Bumi” itu digelar bersama LSM Masjaka (Masyarakat Jaga Kali).
Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Geger Halang, Suroto, mengatakan istighosah dilakukan sebagai ikhtiar batin sekaligus harapan masyarakat agar gerbang utama Waduk Malahayu yang ditutup oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis) dapat dibuka kembali.
“Kami memanjatkan doa dan zikir kepada Allah SWT serta berharap kepada pihak yang memiliki kewenangan agar gerbang utama Waduk Malahayu dibuka kembali seperti semula,” kata Suroto.
Menurut dia, penutupan gerbang utama berdampak langsung terhadap kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut berimbas pada penurunan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan wisata waduk.
“Semenjak gerbang utama ditutup, omzet penjualan para pelaku UMKM menurun drastis. Bahkan, sejumlah kios terpaksa tutup karena sepinya pengunjung,” ujarnya.
Suroto menjelaskan, wisatawan yang hendak berkunjung ke Waduk Malahayu kini harus melalui jalur alternatif yang lebih sempit dan kurang nyaman. Kondisi itu membuat sebagian calon pengunjung mengurungkan niat untuk datang.
“Pengunjung harus memutar melewati akses yang lebih kecil. Akibatnya banyak wisatawan yang memilih tidak jadi berkunjung karena aksesnya tidak lagi mudah,” katanya.
Karena itu, Pokdarwis berharap kebijakan penutupan gerbang utama dapat ditinjau kembali dengan mempertimbangkan aspek keamanan kawasan sekaligus kenyamanan pengunjung.
Ketua LSM Masjaka Brebes, Mahfudin, juga meminta BBWS Cimancis segera mengevaluasi kebijakan tersebut. Menurut dia, gerbang utama merupakan akses penting yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar waduk.
“Penutupan gerbang utama Waduk Malahayu berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan dan secara langsung memukul pendapatan masyarakat. Kami menerima banyak keluhan dari pedagang dan pelaku UMKM yang omzetnya terus menurun,” ujar Mahfudin.
Ia berharap BBWS Cimancis dapat membuka kembali gerbang utama atau mencari solusi bersama masyarakat agar aktivitas ekonomi di kawasan wisata tetap berjalan.
Mahfudin menambahkan, masyarakat mendukung upaya menjaga keamanan serta fungsi Waduk Malahayu. Namun, menurut dia, kebijakan yang diterapkan juga perlu mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi warga.
Kepala Desa Malahayu, Sutari, mengatakan istighosah tersebut menjadi bentuk harapan agar para pemangku kebijakan membuka kembali akses utama waduk.
“Semoga dengan adanya istighosah ini terketuk hati para pemangku kebijakan untuk membuka kembali pintu gerbang utama,” kata dia.
Ia juga berharap waktu pembukaan gerbang dapat disesuaikan dengan jam kunjungan wisatawan.
“Agar kiranya waktu dibukanya gerbang utama diselaraskan dengan jam kunjungan, mulai pukul 07.00 sampai 17.00 WIB,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Brebes Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Sumarno, yang mewakili Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, menyatakan pemerintah daerah mendukung aspirasi warga.
Menurut dia, penutupan akses utama berdampak pada menurunnya arus pengunjung dan melemahnya perekonomian pelaku UMKM di sekitar waduk.
“Pemerintah Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar ada solusi terbaik atas persoalan ini,” kata Sumarno.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap menjaga kondusivitas wilayah selama proses berlangsung.
Perwakilan BBWS Cimancis, Dodo, menyampaikan pesan dari kepala balai BBWS Dwi Agus Kuncoro bahwa pihak balai pada prinsipnya akan membuka kembali akses gerbang utama.
Namun, pembukaan tersebut tetap mengacu pada aturan pengelolaan kawasan, yakni pembagian zona merah yang melarang aktivitas masyarakat umum serta zona hijau di area Waduk Malahayu
“Kami pada prinsipnya membuka kembali akses utama, tetapi tetap dengan ketentuan zonasi yang berlaku,” ujar Dodo.
Ia meminta Pokdarwis dan masyarakat tetap mematuhi aturan BBWS terkait tata kelola kawasan waduk, termasuk aspek keamanan dan pelestarian lingkungan.
“Kami mohon dukungan semua pihak untuk tetap menjaga keamanan dan kelestarian Waduk Malahayu,” katanya.

