Beritakota.id, Jakarta – PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) resmi menghimpun dana sekitar Rp29,9 miliar melalui aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat kapasitas laboratorium serta mempercepat pengembangan bisnis pengujian, sertifikasi, dan verifikasi karbon sebagai bagian dari strategi mendukung ekonomi hijau di Indonesia.

Berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan, MUTU menerbitkan 309.278.300 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp97 per saham. Aksi korporasi tersebut diikuti sejumlah investor strategis, yakni PT Samala Serasi Utama, PT Bumi Hijau Sedaya, Interra Resources Limited melalui anak usahanya di Indonesia, Andreas Tjahjadi, Leonard Tanubrata, dan Ridzki Kramadibrata.

Direktur Keuangan PT Mutuagung Lestari Tbk, Sumarna, mengatakan tambahan modal akan difokuskan untuk meningkatkan kapasitas operasional, terutama pada sektor laboratorium dan layanan pengujian yang menjadi bisnis inti Perseroan.

“Kami akan memperkuat kapasitas laboratorium dan fasilitas pengujian agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Penguatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Perseroan dalam mendukung berbagai sektor industri melalui layanan Testing, Inspection, Certification, Verification and Assurance (TICVA),” ujar Sumarna kepada wartawan, Senin (29/6).

Menurut Sumarna, masuknya investor strategis mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis MUTU, khususnya di sektor keberlanjutan.

“Kami memiliki visi jangka panjang untuk menjadi salah satu enabler pembangunan ekonomi Indonesia. Potensi ekonomi hijau di Indonesia sangat besar dan kami ingin mengambil peran agar potensi tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” katanya.

Ia menambahkan, kesamaan visi mengenai pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu alasan utama para investor berpartisipasi dalam aksi private placement tersebut.

“Para investor memiliki perhatian besar terhadap isu lingkungan dan sustainability. Kesamaan visi ini menjadi fondasi kolaborasi untuk mendorong MUTU menjadi salah satu platform yang berkontribusi terhadap transformasi ekonomi hijau Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Industri Sawit Kian Hijau, Dari Serapan Tenaga Kerja hingga Penyerapan Karbon

Manajemen menjelaskan dana hasil private placement akan digunakan untuk memperluas kapasitas laboratorium, memperkuat layanan sertifikasi halal, meningkatkan bisnis Testing, Inspection, Certification, Verification and Assurance (TICVA), serta mempercepat pengembangan layanan verifikasi karbon.

Langkah tersebut dinilai strategis seiring implementasi kebijakan perdagangan karbon yang mulai diberlakukan pada 2026 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025.

Dalam skema tersebut, setiap pengurangan emisi gas rumah kaca harus melalui proses validasi dan verifikasi oleh lembaga yang terakreditasi sebelum diterbitkan menjadi Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK).

Sebagai lembaga yang telah memiliki kompetensi di bidang sertifikasi dan verifikasi, MUTU memandang kebijakan tersebut sebagai peluang untuk memperkuat pertumbuhan bisnis pada masa mendatang.

Dalam pemaparan secara daring, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa investasinya di MUTU merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan transformasi ekonomi hijau di Indonesia.

“Kami melihat MUTU memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan melalui layanan sertifikasi, pengujian, dan verifikasi. Investasi ini bukan sekadar keputusan bisnis, tetapi juga bentuk dukungan terhadap implementasi standar keberlanjutan di Indonesia,” ujar Sandiaga.

Usai pelaksanaan private placement, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Perseroan meningkat menjadi sekitar 3,45 miliar saham. Tingkat dilusi bagi pemegang saham lama diperkirakan mencapai 8,96 persen.

Manajemen optimistis penguatan struktur permodalan tersebut akan mempercepat ekspansi bisnis, memperkuat daya saing Perseroan, serta mendukung peningkatan kinerja keuangan pada tahun-tahun mendatang. (Adang Sumarna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *