Beritakota.id, Jakarta – Ancaman gempa bumi, tsunami, hingga potensi gempa megathrust di wilayah pesisir selatan Banten mendorong upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Melalui Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, puluhan warga dan anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, mendapatkan pelatihan pertolongan pertama dan penyelamatan di air (water rescue).
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Juni 2026, diikuti sekitar 30 peserta. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana alam.
Staf Mitigasi dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa, Sanadi Aji, mengatakan Desa Sukamanah merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi terdampak gempa bumi, tsunami, hingga ancaman megathrust. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan dasar untuk melakukan penyelamatan sebelum bantuan datang.
“Desa Sukamanah memiliki risiko tinggi terhadap tsunami, gempa bumi, bahkan potensi terdampak gempa megathrust. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi sangat penting agar mereka siap menghadapi situasi darurat kapan pun bencana terjadi,” ujarnya.
Kolaborasi dengan BASARNAS
Pelatihan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan BASARNAS Unit Siaga Lebak 1. Peserta memperoleh materi teori sekaligus praktik mengenai penanganan korban dalam kondisi darurat.
Pada hari pertama, peserta mempelajari teknik pertolongan pertama, mulai dari penilaian kondisi korban, penanganan awal hingga prosedur evakuasi yang aman.
Sementara pada hari kedua, fokus pelatihan diarahkan pada kemampuan penyelamatan di air. Peserta dilatih mengoperasikan perahu karet, memasang mesin perahu, melakukan evakuasi korban menggunakan perahu bermotor maupun dayung, penggunaan kantong lempar (throw bag), teknik penyelamatan dengan berenang, hingga penanganan korban setelah berhasil dievakuasi.
Instruktur dari BASARNAS, Indra Cahyadi, menilai kemampuan dasar tersebut menjadi bekal penting bagi masyarakat pesisir yang berpotensi menghadapi bencana laut.
Menurutnya, warga tidak selalu dapat menunggu kedatangan tim penyelamat sehingga kemampuan memberikan pertolongan pertama dan melakukan evakuasi mandiri menjadi sangat diperlukan.
“Wilayah Desa Sukamanah berada di pesisir selatan dengan karakteristik gelombang laut yang tinggi sehingga memiliki potensi terdampak tsunami. Karena itu masyarakat perlu memahami teknik pertolongan pertama dan water rescue,” katanya.
Tingkatkan Kesadaran Masyarakat
Pelatihan mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang peserta, Bai Malihah, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah didapatkan.
Ia mengatakan pelatihan tersebut memberikan pemahaman mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
“Kami jadi tahu bagaimana memberikan pertolongan pertama dan apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Peserta lainnya, Ocid, juga menilai kegiatan tersebut meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.
Menurutnya, masyarakat kini memiliki bekal dasar untuk melakukan evakuasi secara mandiri apabila kondisi darurat benar-benar terjadi.
Komitmen Bangun Ketangguhan Bencana
DMC Dompet Dhuafa menegaskan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam memperkuat ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana.
Melalui peningkatan kapasitas, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami risiko yang dihadapi, tetapi juga mampu mengambil langkah penyelamatan secara cepat dan tepat sebelum bantuan datang.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan di tingkat komunitas, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia.

