Beritakota.id, Jakarta – Bakrie Center Foundation (BCF) menjalin kerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk mengimplementasikan Collaborative Leadership Program: Bersama Membangun Desa. Program ini bertujuan memperkuat pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) melalui pelibatan generasi muda.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Jakarta, Senin (7/7), dan dihadiri Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal Tabrani, serta jajaran Bakrie Center Foundation.

Melalui kerja sama tersebut, BCF dan Kemendes PDT akan melibatkan lulusan baru (fresh graduate) dan pemuda lokal untuk mendampingi pengelola BUM Desa dalam meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat daya saing, serta memperluas akses ke pasar nasional maupun internasional.

Saat ini, BCF tengah melakukan asesmen terhadap empat BUM Desa di Kabupaten Lampung Selatan. Penilaian dilakukan melalui survei menggunakan metode Village Owned Enterprises Competitiveness Index (VECI) yang dikembangkan oleh CEO Bakrie Center Foundation, Jimmy Gani. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan lokasi pelaksanaan program.

Selain melakukan pemetaan terhadap BUM Desa, BCF juga menyiapkan peserta program melalui pembekalan dan pelatihan peningkatan kapasitas sebelum diterjunkan ke lapangan sebagai project officer. Mereka diharapkan dapat menjadi pendamping sekaligus penggerak pengembangan ekonomi desa.

Baca juga: Tingkatkan Literasi Soal Kripto, Pintu Goes to Campus Hadir di Universitas Bakrie

CEO Bakrie Center Foundation, Jimmy Gani, mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

“Kami percaya generasi muda memiliki energi, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pembangunan desa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat membangun desa. Hingga saat ini sudah lebih dari 80 nota kesepahaman yang terjalin, dan kami berharap seluruh kerja sama tersebut tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi diwujudkan dalam program yang nyata di desa-desa. Semua memiliki tujuan yang sama, yaitu peduli dan membangun desa,” kata Riza.

Melalui Collaborative Leadership Program, BCF berharap dapat mencetak pemimpin muda yang mampu mendorong penguatan ekonomi desa sekaligus meningkatkan daya saing BUM Desa secara berkelanjutan. Program ini juga diharapkan menjadi model kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan generasi muda dalam mendukung pembangunan desa di Indonesia. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *