Beritakota.id, Brebes – Menjalani masa pidana tidak hanya dimaknai sebagai proses pembatasan kebebasan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk memperbaiki diri. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes, pembinaan mental dan spiritual menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk membentuk pribadi warga binaan yang lebih religius dan berakhlak.
Setiap Jumat pagi menjelang pelaksanaan Sholat Jumat, warga binaan mengikuti kegiatan istighosah dan tausiyah keagamaan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 10 Juli tersebut menjadi ruang refleksi bagi warga binaan untuk memperkuat keimanan sekaligus melakukan introspeksi diri.
Program pembinaan ini dikoordinasikan oleh Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Lapas Kelas IIB Brebes. Melalui pendekatan spiritual, warga binaan diarahkan untuk membangun kesadaran diri, memperbaiki perilaku, serta menyiapkan bekal moral sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan istighosah dan doa bersama, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta tausiyah keagamaan. Pesan-pesan yang disampaikan dalam tausiyah menekankan pentingnya perubahan diri, memperbaiki hubungan dengan Tuhan, serta membangun sikap positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Lapas Kelas IIB Brebes, Ibnu Sina Nurisqiawan, mengatakan pembinaan spiritual menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan.
“Pembinaan keagamaan yang kami laksanakan secara rutin setiap Jumat pagi bertujuan untuk memperkuat mental dan spiritual Warga Binaan. Melalui kegiatan ini kami berharap mereka dapat meningkatkan keimanan, memperbaiki perilaku, serta memiliki bekal moral yang kuat sebagai persiapan kembali ke masyarakat,” kata Ibnu Sina.
Menurut dia, pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menekankan pembinaan warga binaan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga karakter dan kepribadian.
Lapas Kelas IIB Brebes berharap kegiatan pembinaan spiritual yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menumbuhkan kesadaran warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, taat hukum, dan mampu memberikan kontribusi positif setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui program tersebut, Lapas Brebes berupaya menghadirkan sistem pemasyarakatan yang humanis dan edukatif, dengan menempatkan pembinaan sebagai jalan bagi warga binaan untuk melakukan perubahan serta mempersiapkan kehidupan baru di tengah masyarakat.

