Beritakota.id, Jember – Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Serba Guna Kota Jember, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya Komunitas Senam Nusantara, pegiat Rumah Keluarga Indonesia, para guru sekolah menengah di Kota Jember, serta sejumlah tokoh muda dan tokoh masyarakat.

Amin Ak menegaskan bahwa di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi Indonesia, penguatan persatuan dan solidaritas kebangsaan menjadi kebutuhan yang semakin mendesak. Bonus demografi, perkembangan teknologi digital, tekanan ekonomi global, hingga menguatnya polarisasi di ruang publik menuntut bangsa Indonesia memiliki daya rekat sosial yang kuat.

Menurut Wakil Rakyat dari Dapil Jawa Timur IV tersebut, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar konsep normatif untuk dihafalkan, melainkan fondasi yang harus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Amin mengutip pemikiran cendekiawan Muslim abad ke-14, Ibn Khaldun, yang menekankan pentingnya asabiyyah atau kohesi sosial sebagai faktor utama yang menentukan bangkit dan runtuhnya sebuah peradaban.

“Ibn Khaldun menjelaskan bahwa negara yang kuat lahir dari masyarakat yang memiliki solidaritas, rasa saling percaya, dan kesediaan untuk berjuang demi tujuan bersama. Sebaliknya, ketika kohesi sosial melemah, fondasi bangsa pun ikut melemah,” ujarnya.

Baca juga: Bang Azran : Pentingnya Memahami dan Mengamalkan Nilai-nilai 4 Pilar

Ia menilai gagasan tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Di satu sisi, Indonesia memiliki modal besar berupa keberagaman budaya, semangat gotong royong, dan religiusitas masyarakat. Namun di sisi lain, bangsa ini juga menghadapi tantangan berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, politik identitas, serta menurunnya kepercayaan sosial.

“Ancaman terhadap bangsa hari ini bukan hanya ancaman fisik dari luar. Ancaman terbesar justru muncul ketika sesama anak bangsa kehilangan rasa percaya, kehilangan empati, dan lebih mudah melihat perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan,” katanya.

Karena itu, Amin menegaskan bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI harus dipahami sebagai upaya memperkuat ‘asabiyyah kebangsaan, yaitu semangat persaudaraan yang menjadikan seluruh rakyat Indonesia merasa terikat oleh nasib dan cita-cita yang sama.

Ia menjelaskan bahwa Pancasila mengajarkan nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Sementara UUD NRI Tahun 1945 menjadi komitmen bersama agar negara hadir melindungi seluruh rakyat dan menjamin hak-hak warga negara.

“Konstitusi bukan hanya kumpulan pasal. Ia adalah komitmen bersama untuk memastikan bahwa setiap warga negara diperlakukan secara adil dan bermartabat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Amin menegaskan bahwa NKRI merupakan wujud tekad para pendiri bangsa untuk menyatukan keberagaman Nusantara dalam satu rumah besar bernama Indonesia.

“Indonesia tidak dibangun untuk satu suku, satu agama, atau satu kelompok tertentu. Indonesia dibangun atas kesadaran bahwa kita memiliki masa depan bersama. Itulah semangat NKRI,” tegasnya.

Sementara itu, Bhinneka Tunggal Ika merupakan manifestasi kohesi sosial dalam masyarakat majemuk. Perbedaan harus dipandang sebagai kekayaan yang dirawat melalui sikap saling menghormati dan kerja sama.

“Boleh berbeda pilihan politik, tetapi jangan sampai memutus tali persaudaraan. Demokrasi yang dewasa adalah demokrasi yang mampu mengelola perbedaan tanpa kehilangan rasa hormat terhadap sesama warga negara,” ujarnya.

Menutup paparannya, Amin mengajak masyarakat memperkuat persatuan mulai dari lingkungan terkecil melalui gotong royong, musyawarah, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap perbedaan.

“Empat Pilar bukan sekadar slogan. Ia harus hidup dalam tindakan nyata. Ketika kita bergotong royong membantu sesama, menolak provokasi yang memecah belah, dan memperjuangkan keadilan bagi masyarakat kecil, sesungguhnya kita sedang mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *