Beritakota.id, DEPOK — Tidak semua proses belajar berlangsung di ruang kelas. Bagi sebagian anak, kesempatan memetik hasil panen, mengabadikan momen dengan kamera profesional, hingga memasak bersama justru menjadi pengalaman yang meninggalkan kesan lebih mendalam dibandingkan pelajaran yang mereka terima sehari-hari.

Gagasan tersebut menjadi dasar kegiatan Petualangan Anak Hebat yang diselenggarakan PT Karabha Digdaya dalam rangka memperingati Lebaran Anak Yatim. Sebanyak 24 anak dari Yayasan Rumah Harapan diajak menghabiskan satu hari di kawasan perkebunan Tapos, Depok, untuk mengenal alam sekaligus mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan kreatif.

Baca juga : Perkuat UMKM, Karabha Digdaya Kembangkan Kawasan Berkelanjutan

Alih-alih sekadar memberikan santunan, perusahaan memilih menghadirkan pengalaman yang memungkinkan anak-anak belajar secara langsung melalui interaksi dengan lingkungan sekitar.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menyusuri area perkebunan sambil mengenal berbagai tanaman budidaya. Mereka memetik jagung putih, memanen timun langsung dari kebun, serta melihat budidaya alpukat dan belimbing. Aktivitas sederhana tersebut menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta yang belum pernah berinteraksi langsung dengan dunia pertanian.

Pembelajaran kemudian berlanjut melalui pengenalan fotografi. Anak-anak diberi kesempatan menggunakan kamera profesional untuk mengambil gambar, sekaligus memahami dasar-dasar teknik memotret. Hasil karya mereka kemudian dicetak sebagai kenang-kenangan yang dapat dibawa pulang.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai aktivitas yang mendorong kreativitas dan kerja sama, mulai dari menangkap ikan (ngobak), mendengarkan dongeng interaktif, belajar memasak, hingga melukis tote bag. Beragam aktivitas tersebut dirancang agar anak-anak tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga mengembangkan rasa ingin tahu, keberanian mencoba hal baru, dan kepercayaan diri.

Pengalaman Baru Bagi Peserta

Pelaksana Tugas Head Corporate Secretary PT Karabha Digdaya, Andy Revy Rohadian, mengatakan perusahaan ingin menghadirkan pengalaman yang mungkin belum pernah dirasakan peserta sebelumnya.

Menurutnya, kesempatan belajar di alam terbuka diharapkan dapat menjadi kenangan yang membekas sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan mengeksplorasi hal-hal baru.

Bagi Yayasan Rumah Harapan, pendekatan tersebut dinilai memberikan nilai tambah dibandingkan kegiatan sosial yang hanya berfokus pada bantuan materi.

Perwakilan Yayasan Rumah Harapan, Astuti, mengatakan anak-anak memperoleh pengalaman yang tidak mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjadi hiburan, aktivitas tersebut memperluas wawasan sekaligus melatih keterampilan yang dapat membangun rasa percaya diri mereka.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan santunan kepada seluruh peserta sebagai bagian dari peringatan Lebaran Anak Yatim.

Program Berkelanjutan

Di tengah berkembangnya praktik tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pendekatan berbasis pengalaman seperti ini mulai banyak dipandang mampu memberikan dampak yang lebih berkelanjutan. Pengalaman belajar di alam, pengembangan kreativitas, serta interaksi sosial menjadi bekal yang dapat memperkaya proses tumbuh kembang anak, terutama bagi mereka yang memiliki akses terbatas terhadap kegiatan di luar lingkungan sehari-hari.

Melalui Petualangan Anak Hebat, PT Karabha Digdaya berupaya menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak selalu diwujudkan melalui bantuan material semata. Memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar, bermain, dan membangun kepercayaan diri melalui pengalaman nyata juga merupakan bentuk investasi sosial yang nilainya dapat bertahan jauh lebih lama daripada satu hari pelaksanaan kegiatan. (Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *