Beritakota.id, Jakarta – PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), menandai transformasi perusahaan sebagai emiten baru di sektor alat kesehatan. Melalui langkah strategis ini, Perseroan berkomitmen memperkuat industri alat kesehatan nasional melalui peningkatan kapasitas produksi, ekspansi bisnis, serta penerapan tata kelola perusahaan yang lebih transparan.
Dalam Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO), Esa Medika menerbitkan 522,86 juta saham baru atau sekitar 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dana yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur permodalan, membangun fasilitas produksi baru, serta mendukung kebutuhan modal kerja.
Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja, mengatakan pencatatan saham perdana menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan yang telah berkiprah lebih dari dua dekade di industri alat kesehatan.
“Hari ini kami resmi menjadi bagian dari keluarga besar emiten di Bursa Efek Indonesia. Status perusahaan terbuka akan mendorong kami untuk semakin memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi informasi, dan mempercepat langkah kami dalam membangun ekosistem alat kesehatan yang lebih mandiri di Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: IPO BACH Jadi Akselerasi Bisnis Power Solution dan Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia
Fokus Perkuat Industri Alat Kesehatan Nasional
Didirikan pada tahun 2000, Esa Medika dikenal sebagai penyedia solusi alat kesehatan terintegrasi dengan pelanggan utama rumah sakit serta berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
Perseroan menyediakan beragam peralatan medis untuk ruang operasi, Intensive Care Unit (ICU), hingga Central Sterile Supply Department (CSSD) yang dilengkapi layanan purnajual dan dukungan teknis.
Operasional perusahaan didukung kantor pusat di Esa 8 Building, Gading Serpong, Tangerang, fasilitas produksi, serta jaringan kantor perwakilan dan tim penjualan di berbagai daerah.
Dengan jaringan distribusi nasional tersebut, Esa Medika menargetkan perluasan pasar sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi alat kesehatan dalam negeri.
Dana IPO untuk Bangun Pabrik Baru
Perseroan mengalokasikan dana hasil IPO pada tiga fokus utama, yakni memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kapasitas produksi, dan memenuhi kebutuhan modal kerja.
Sebagian dana akan digunakan untuk melunasi sebagian pinjaman bank sehingga struktur keuangan perusahaan menjadi lebih sehat.
Selain itu, Perseroan akan membangun gedung pabrik baru di Cikupa, yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi alat kesehatan lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Sisa dana IPO akan dimanfaatkan untuk pembelian persediaan serta mendukung kebutuhan operasional berbagai proyek pengadaan alat kesehatan.
Presiden Komisaris PT Esa Medika Mandiri Tbk, Surya Gunawan Widjaja, menegaskan dukungan investor publik menjadi modal penting dalam mempercepat pengembangan industri alat kesehatan nasional.
“Dengan dukungan investor publik, kami akan mempercepat pengembangan kapasitas produksi dalam negeri dan meningkatkan kemampuan kami dalam memenuhi kebutuhan alat kesehatan, baik untuk proyek pemerintah maupun swasta. Fokus kami tetap pada penyediaan produk yang andal, layanan yang responsif, dan solusi yang relevan bagi dunia kesehatan. Hal tersebut sejalan dengan moto perusahaan, rakyat sehat, negara kuat dan maju,” katanya.
Perluas Produk Lokal dan Kemitraan Global
Ke depan, Esa Medika akan melanjutkan strategi pertumbuhan melalui pengembangan lini produk alat kesehatan buatan dalam negeri, memperluas jaringan distribusi, serta memperkuat kemitraan dengan berbagai prinsipal internasional.
Perusahaan juga terus mengembangkan fasilitas produksi bersama mitra strategis guna meningkatkan daya saing industri alat kesehatan nasional.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat kemandirian sektor kesehatan, terutama dalam penyediaan alat kesehatan berkualitas tinggi.
Sebagai perusahaan publik, Esa Medika menegaskan komitmennya menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham.
Manajemen optimistis kebutuhan alat kesehatan berkualitas akan terus meningkat seiring penguatan sistem kesehatan nasional dan bertambahnya investasi di sektor pelayanan kesehatan.
Florian menegaskan bahwa pencatatan saham perdana bukan menjadi tujuan akhir perusahaan, melainkan awal dari perjalanan baru untuk tumbuh secara berkelanjutan.
“Kami menyadari bahwa kepercayaan investor merupakan sebuah tanggung jawab besar. Pencatatan perdana saham EMMI bukan akhir, melainkan awal dari komitmen kami untuk terus tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor kesehatan di Indonesia,” tutupnya.

