Beritakota.id, Jakarta Selatan – Industri kecantikan global kini tidak lagi hanya bersaing lewat warna kosmetik atau kemasan produk. Di balik serum, sunscreen, hingga skincare yang digunakan setiap hari, persaingan justru bergeser ke laboratorium riset yang mengembangkan teknologi baru untuk menjawab berbagai persoalan kulit.
Perubahan tersebut menjadi salah satu pesan utama kolaborasi L’Oréal Groupe dan Shopee melalui House of Beauty Hyper Brand Day, yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia. Program yang berlangsung pada 29 Juni–3 Juli 2026 ini menghadirkan 13 merek kecantikan L’Oréal dalam satu ekosistem digital di Shopee Mall, lengkap dengan peluncuran produk eksklusif, teknologi belanja interaktif, dan promosi tematik selama lima hari.
President Director L’Oréal Indonesia, Benjamin Rachow, mengatakan Indonesia dipilih sebagai negara pertama yang menggelar House of Beauty Hyper Brand Day karena pertumbuhan pasar kecantikan digital yang terus meningkat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya menghadirkan pengalaman belanja yang lebih personal, tetapi juga memperlihatkan kekuatan portofolio L’Oréal yang mencakup perawatan kulit, rambut, kosmetik, hingga parfum dalam satu platform.
Shopee pun menilai kategori kecantikan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan paling dinamis di perdagangan elektronik. Karena itu, kolaborasi ini diharapkan menghadirkan standar baru pengalaman berbelanja digital melalui berbagai inovasi, mulai dari Virtual Try-On (VTO), promo lintas kategori, hingga peluncuran produk eksklusif.
Baca juga : Cosmobeauté Indonesia 2025 Dibuka, Industri Kecantikan RI Diproyeksi Capai US$2,09 Miliar
Sains Menjadi Pembeda
Di balik berbagai merek yang hadir, L’Oréal menegaskan bahwa inovasi ilmiah tetap menjadi fondasi utama dalam pengembangan produknya.
Head of Research & Innovation L’Oréal Indonesia, Akash Tiwari, menjelaskan perusahaan telah mengembangkan penelitian kecantikan selama lebih dari 117 tahun dengan dukungan lebih dari 4.000 peneliti di berbagai belahan dunia.
Proses tersebut tidak berhenti pada penciptaan formula baru. Sebelum dipasarkan, setiap produk harus melewati berbagai tahapan evaluasi keamanan, kualitas, dan efektivitas. Secara global, L’Oréal melakukan lebih dari 44.000 evaluasi keamanan pada manusia serta sekitar 40.000 pengujian stabilitas produk setiap tahun.
Di Indonesia, riset tersebut diperkuat melalui Evaluation Intelligence Center yang telah beroperasi sejak 2012. Pusat evaluasi ini membantu perusahaan memahami karakteristik kulit, rambut, serta preferensi konsumen Indonesia sebagai dasar pengembangan produk yang lebih relevan.
Salah satu fokus penelitian L’Oréal saat ini adalah pigmentasi kulit.
Data internal perusahaan menunjukkan sekitar 73 persen konsumen Indonesia mengaku memiliki kekhawatiran terhadap masalah pigmentasi, mulai dari flek hitam, bekas jerawat, warna kulit tidak merata, hingga melasma.
Berangkat dari tantangan tersebut, para ilmuwan L’Oréal menghabiskan hampir dua dekade penelitian dengan menyaring lebih dari 100.000 kandidat molekul sebelum akhirnya mengembangkan Melasyl™.
Berbeda dengan pendekatan pencerah kulit konvensional, teknologi ini dirancang untuk membantu mengelola pigmentasi berlebih tanpa mengganggu fungsi alami melanin yang tetap dibutuhkan kulit sebagai perlindungan alami.
Selain pigmentasi, paparan sinar matahari juga menjadi perhatian utama, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia.
Untuk menjawab tantangan tersebut, L’Oréal mengembangkan Mexoryl 400, teknologi filter UV yang dirancang memberikan perlindungan terhadap ultra-long UVA, yaitu spektrum sinar ultraviolet yang mampu menembus lebih dalam ke lapisan kulit dan berkontribusi terhadap pigmentasi maupun penuaan dini.
Cantik Berberbasis Bukti Ilmiah
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri kecantikan kini bergerak menuju pendekatan yang semakin berbasis sains.
Jika sebelumnya konsumen lebih banyak memilih produk berdasarkan tren atau popularitas merek, kini perhatian mulai bergeser pada teknologi di balik formula, bukti ilmiah yang mendukung efektivitasnya, hingga standar keamanan yang diterapkan selama proses penelitian.
Melalui House of Beauty, L’Oréal dan Shopee tidak hanya menghadirkan festival belanja kecantikan digital, tetapi juga memperlihatkan bagaimana inovasi ilmiah, riset jangka panjang, dan teknologi menjadi fondasi baru dalam menghadirkan solusi kecantikan yang lebih aman, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia. (Lukman Hqeem)

