Beritakota.id, Tegal – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) meluncurkan kolaborasi untuk memperkuat kapasitas kreator dan generasi muda Indonesia dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna menciptakan peluang ekonomi baru.

Kolaborasi ini hadir di tengah meningkatnya konektivitas digital masyarakat Indonesia. Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025, akses dan keterampilan digital masyarakat terus mengalami peningkatan. Tantangan berikutnya adalah mengubah kemampuan tersebut menjadi peluang ekonomi yang nyata, mulai dari penciptaan konten, pengembangan usaha, hingga pembukaan jalur karier berbasis teknologi.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pemanfaatan AI harus diarahkan untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya.

“Fondasi ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kekayaan intelektual yang berakar pada budaya bangsa dan kreativitas masyarakatnya. Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya,” kata Riefky dalam keterangan tertulis, Selasa, (17/6/2026).

Menurut dia, kemitraan antara pemerintah dan sektor industri menjadi langkah penting untuk membekali generasi muda dengan keterampilan, kepercayaan diri, serta tanggung jawab agar mampu bersaing di tingkat global.

Kolaborasi tersebut menggabungkan jangkauan nasional Indosat melalui berbagai program pemberdayaan anak muda, perangkat kreatif dan kurikulum berbasis AI milik Adobe, serta dukungan Kemenekraf dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menilai Indonesia memiliki potensi besar dari sisi talenta dan kreativitas generasi muda. Namun, potensi itu memerlukan dukungan akses terhadap teknologi, keterampilan, dan peluang yang memadai.

“Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya,” ujar Vikram.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Adobe akan menyediakan akses premium gratis Adobe Express selama enam bulan bagi pelanggan Indosat. Pelanggan juga dapat mengakses materi pembelajaran Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

President of Creativity & Productivity Business Adobe David Wadhwani mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis dalam pengembangan ekonomi kreator berbasis AI.

“Kami bangga dapat mendukung para kreator Indonesia dengan menghadirkan Adobe Express ke lebih banyak orang, menyediakan kurikulum untuk mengasah keterampilan mereka, serta membuka jalan bagi mereka untuk memperoleh penghasilan dari karya yang mereka ciptakan,” kata David.

Adobe juga memilih Indonesia sebagai negara pertama peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express. Program ini memungkinkan kreator memperoleh pendapatan langsung dari template yang dibuat dan dipublikasikan melalui platform Adobe Express.

Peserta terpilih nantinya berkesempatan menampilkan karya mereka dalam IdeaFest, salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia. Kegiatan itu diharapkan dapat memperluas jaringan, membuka peluang kolaborasi, serta memperkenalkan karya kreator kepada audiens yang lebih luas.

Sementara itu, Indosat akan mengoptimalkan program pemberdayaan generasi muda GENSi (Generasi Terkoneksi) sebagai kanal utama implementasi kolaborasi. Setelah menjangkau lebih dari 10 ribu peserta melalui program literasi digital dan pembelajaran kreatif, GENSi menargetkan menjangkau 15 ribu anak muda di berbagai daerah pada tahun ini.

Kemenekraf juga akan memperkuat kolaborasi melalui program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan literasi ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi digital dan AI, serta pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif.

Melalui sinergi ketiga pihak, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan karya, membangun bisnis, dan memperoleh manfaat ekonomi dari kreativitas yang didukung teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *