Beritakota.id, Jakarta – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan kolesterol tinggi di Indonesia. Melalui program edukasi kesehatan bertajuk Love The Beat yang berkolaborasi dengan Mitra Keluarga Kemayoran, Kalbe mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kadar kolesterol guna mencegah penyakit kardiovaskular.
Program tersebut menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, mulai dari talkshow kesehatan hingga pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari upaya deteksi dini faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Group Marketing Head PT Kalbe Farma Tbk, apt. Maria Stefani, S.Farm., M.M., mengatakan kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadari risiko kesehatan yang dimilikinya.
“Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu, edukasi kesehatan, deteksi dini, pemeriksaan kolesterol secara rutin, dan pengobatan yang tepat menjadi penting untuk mencegah komplikasi,” ujar Maria Stefani.
Menurutnya, melalui program Love The Beat, Kalbe ingin membantu masyarakat memahami faktor risiko yang dimiliki sekaligus langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.
“Kalbe percaya bahwa deteksi dini merupakan fondasi utama dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Di usia Kalbe yang memasuki 60 tahun, kami terus berkomitmen menghadirkan solusi kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Penyakit kardiovaskular hingga kini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia dan menjadi salah satu tantangan besar bagi sistem kesehatan Indonesia. Salah satu faktor risiko yang paling sering tidak disadari masyarakat adalah tingginya kadar kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat.
Padahal, kolesterol pada dasarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel sehat, memproduksi hormon, serta membantu pembentukan vitamin D. Namun apabila kadarnya berlebihan, terutama LDL, kondisi tersebut dapat memicu penumpukan plak pada pembuluh darah yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Karena sering tidak menimbulkan gejala, banyak kasus baru terdeteksi setelah terjadi komplikasi serius. Oleh sebab itu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kolesterol secara rutin menjadi semakin penting.
Kadept. Medis Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Reinaldo, mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023 dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 39,5 persen penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol di atas batas normal.
“Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia rentan terhadap risiko gangguan kesehatan jantung. Karena itu, diperlukan inisiatif untuk rutin memeriksakan kadar kolesterol atau melakukan medical check up guna mencegah gangguan kesehatan jantung di masa depan,” ujarnya.
Menurut dr. Reinaldo, pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan secara berkala meliputi profil lipid, kadar gula darah, tekanan darah, hingga pemeriksaan jantung. Pemeriksaan tersebut berperan penting dalam mengidentifikasi faktor risiko penyakit jantung sejak dini.
Ia menambahkan bahwa banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami komplikasi akibat faktor risiko yang tidak terkontrol. Karena itu, selain melakukan pemeriksaan rutin, masyarakat juga perlu menerapkan pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, meningkatkan aktivitas fisik, serta mengelola stres dengan baik.
Senada dengan hal tersebut, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Nancy Virginia, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC, menjelaskan bahwa kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.
“Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh, tetapi jika kadarnya berlebihan dapat menjadi faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Kolesterol tinggi juga sering kali tidak bergejala, sehingga banyak pasien baru mengetahui kondisinya setelah terjadi komplikasi,” jelas dr. Nancy.
Menurutnya, pengendalian kadar LDL secara optimal terbukti mampu menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular di masa mendatang.
Dr. Nancy merekomendasikan pemeriksaan kolesterol mulai usia 20 tahun yang meliputi pemeriksaan kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan secara berkala sesuai faktor risiko masing-masing individu.
Selain itu, masyarakat dianjurkan menerapkan pola makan sehat untuk jantung, berolahraga minimal 150 menit per minggu, menjaga berat badan ideal, serta menghindari konsumsi alkohol berlebihan dan kebiasaan merokok.
“Pada beberapa kondisi, terapi obat seperti statin maupun terapi non-statin diperlukan untuk membantu mencapai target LDL dan mencegah komplikasi penyakit kardiovaskular,” tambahnya.
Sementara itu, Product Manager Optima Degenerative PT Kalbe Farma Tbk, apt. Sona Karisnata Inriano, S.Farm., menekankan bahwa pengendalian kolesterol membutuhkan komitmen jangka panjang dari pasien.
Menurutnya, selain menjalani pola hidup sehat, pasien juga harus disiplin menjalani kontrol kesehatan, memahami penggunaan obat yang diresepkan, serta tidak menghentikan terapi tanpa berkonsultasi dengan dokter maupun apoteker.
“Pendekatan terapi yang tepat dan kedisiplinan pasien akan membantu menurunkan risiko komplikasi secara optimal. Kalbe mendukung langkah tersebut melalui edukasi kesehatan, dukungan pemeriksaan, hingga penyediaan portofolio terapi kardiovaskular yang dibutuhkan pasien dan tenaga kesehatan,” kata Sona.
Ia menambahkan bahwa bagi pasien tertentu yang memerlukan pengendalian LDL secara lebih intensif sesuai evaluasi dokter, Kalbe menyediakan opsi terapi kombinasi rosuvastatin-ezetimibe. Namun penggunaannya harus berdasarkan resep dan berada di bawah pengawasan tenaga medis.
Melalui program Love The Beat, Kalbe berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya deteksi dini dan pengendalian kolesterol secara tepat sehingga risiko penyakit jantung dan stroke dapat ditekan sejak awal. (***)

