Beritakota.id, Jakarta – Influenza yang kerap dianggap sebagai penyakit ringan ternyata menyimpan risiko komplikasi serius, terutama bagi kelompok dewasa, lansia, dan individu dengan penyakit penyerta. Kondisi ini mendorong pentingnya langkah pencegahan yang lebih kuat melalui vaksinasi yang tepat dan berbasis data ilmiah terkini.
PT Kalbe Farma Tbk melalui anak usahanya, PT Kalventis Sinergi Farma, memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional dengan menghadirkan vaksin influenza trivalent (TIV). Vaksin ini disusun berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO), yang menargetkan perlindungan terhadap tiga strain virus utama, yaitu influenza A (H1N1), influenza A (H3N2), dan influenza B/Victoria.
Presiden Direktur Kalventis, Vidi Agiorno, menegaskan bahwa edukasi masyarakat menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran terhadap bahaya influenza.
“Influenza dapat berdampak serius, khususnya pada dewasa dengan penyakit penyerta dan lansia. Vaksinasi menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serta menekan risiko rawat inap,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Data WHO menunjukkan influenza masih menjadi ancaman global dengan angka kematian mencapai 290.000 hingga 650.000 jiwa setiap tahun. Namun, tingkat vaksinasi influenza di Indonesia masih tergolong rendah, yakni sekitar 0,5 per 1.000 penduduk—jauh tertinggal dibandingkan negara seperti Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.
Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Iris Rengganis, menekankan bahwa influenza berbeda dengan flu biasa (common cold) dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
“Influenza sering disertai demam tinggi mendadak, sakit kepala, dan dapat memicu pneumonia hingga kejadian kardiovaskular akut, terutama pada kelompok rentan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa vaksinasi influenza tahunan merupakan strategi paling efektif untuk menekan angka rawat inap dan kematian.
Baca juga: Strategi Kolaborasi Terpadu Kalbe untuk Penanganan Diabetes di Indonesia yang Lebih Komprehensif
Sejalan dengan perkembangan epidemiologi global, WHO kini merekomendasikan penggunaan vaksin influenza trivalent menggantikan quadrivalent, seiring tidak ditemukannya lagi virus influenza B/Yamagata sejak 2020.
“Ini bukan pengurangan perlindungan, melainkan penyesuaian terhadap strain virus yang beredar. Efektivitas vaksin ditentukan oleh kesesuaian strain,” tambah Iris.
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, Sukamto, juga menekankan pentingnya vaksinasi rutin setiap tahun mengingat virus influenza terus bermutasi.
“Vaksinasi tahunan penting untuk memastikan perlindungan terhadap varian terbaru, terutama bagi kelompok berisiko tinggi,” ujarnya.
Selain itu, vaksinasi dianjurkan dilakukan setidaknya dua minggu sebelum bepergian ke negara dengan empat musim, guna mengantisipasi tingginya risiko paparan virus.
Melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan organisasi profesi, Kalbe dan Kalventis berkomitmen memperluas edukasi kesehatan preventif di Indonesia.
“Perlindungan terbaik dimulai dari kesadaran dan pencegahan sejak dini. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses terhadap informasi kesehatan yang akurat,” tutup Vidi.
Dengan peningkatan kesadaran dan cakupan vaksinasi influenza, diharapkan risiko komplikasi dapat ditekan sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan. (***)

