Beitakota.id, Jakarta – PT Indofood Sukses Makmur Tbk kembali membuka Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2026–2027 sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam mendukung lahirnya generasi peneliti muda Indonesia yang inovatif, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Memasuki usia dua dekade pelaksanaannya, Program IRN terus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan riset berbasis potensi pangan lokal Indonesia. Tahun ini, Indofood kembali menyediakan bantuan dana penelitian tugas akhir bagi mahasiswa strata satu (S1) dari berbagai disiplin ilmu di seluruh Indonesia.

Mengusung tema “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal”, program ini mendorong mahasiswa mengeksplorasi kekayaan sumber daya pangan nusantara dan mengembangkannya menjadi inovasi pangan fungsional yang memiliki nilai ilmiah, ekonomi, dan manfaat kesehatan.

Ketua Program IRN sekaligus Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Suaimi Suriady, mengatakan bahwa selama 20 tahun pelaksanaannya, IRN tidak hanya memberikan dukungan dana penelitian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran, kolaborasi, serta pengembangan kapasitas bagi ribuan mahasiswa di Indonesia.

“Selama dua dekade, IRN tidak hanya memberikan dukungan dana penelitian, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan kapasitas bagi ribuan mahasiswa Indonesia. Ini menjadi bentuk nyata komitmen kami untuk turut mendukung tumbuhnya generasi peneliti muda Indonesia. Tahun ini kami mendorong lebih banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengeksplorasi kekayaan pangan lokal Indonesia demi masa depan pangan yang berkelanjutan,” ujar Suaimi.

Sosialisasi IRN 2026–2027 Digelar di Berbagai Kampus

Sebagai bagian dari pembukaan program, Indofood akan menggelar rangkaian sosialisasi IRN 2026–2027 secara daring maupun luring di berbagai universitas dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia sepanjang Juni 2026.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat memperoleh informasi lengkap mengenai tema penelitian, mekanisme pendaftaran, kriteria seleksi, hingga tips menyusun proposal yang berkualitas langsung dari Tim Pakar IRN.

Ketua Tim Pakar IRN sekaligus Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc., menekankan pentingnya relevansi dan kontribusi penelitian terhadap tema program.

Baca juga: Dua Dekade IRN Indofood Cetak Inovator Pangan Masa Depan Indonesia

“Proposal yang kuat bukan hanya soal teknis penulisan, melainkan relevansi dan kejelasan kontribusi riset terhadap tema program. Kesesuaian topik penelitian dengan tema pangan fungsional menjadi hal yang penting. Pastikan latar belakang menjelaskan urgensi penelitian dengan baik dan jangan melewatkan batas waktu pengumpulan proposal,” katanya.

Fokus pada Pangan Fungsional Berbasis Kearifan Lokal

Menurut Prof. Purwiyatno, hubungan antara pangan dan kesehatan kini semakin erat. Pangan tidak lagi sekadar berfungsi sebagai sumber energi dan pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan serta meningkatkan daya tahan tubuh melalui pangan fungsional.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk lebih peka dalam mengidentifikasi potensi sumber daya lokal di daerah masing-masing, kemudian mengembangkannya menjadi inovasi pangan fungsional yang berbasis riset ilmiah.

Program IRN 2026–2027 menerima proposal penelitian yang berfokus pada eksplorasi sumber daya alam darat maupun laut berbasis potensi dan kearifan lokal. Ruang lingkup penelitian mencakup sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, kelautan, hingga sumber daya air.

Adapun bidang penelitian yang dapat diajukan meliputi:

  • Agro-Teknologi (Budidaya)
  • Teknologi Proses dan Pengolahan
  • Gizi dan Kesehatan Masyarakat
  • Sosial Budaya
  • Ekonomi dan Pemasaran

Program ini terbuka bagi mahasiswa dari seluruh program studi, tidak terbatas pada jurusan Teknologi Pangan, selama topik penelitian sesuai dengan tema dan bidang yang telah ditetapkan.

Syarat dan Cara Mengikuti Program IRN 2026–2027

Program bantuan dana riset ini diperuntukkan bagi mahasiswa S1 yang sedang menyelesaikan tugas akhir.

Baca juga: Mendadak Duel Masak Di Rumah Indofood Jakarta Fair 2025

Beberapa ketentuan umum pengajuan proposal antara lain:

  • Proposal diajukan kepada Sekretariat Panitia IRN melalui tautan pendaftaran yang telah disediakan.
  • Penelitian dilakukan dalam rangka penyelesaian tugas akhir mahasiswa.
    Topik penelitian harus sesuai dengan tema “Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal”.
  • Proposal disusun sesuai format dan sistematika yang ditentukan.
    Penelitian harus sesuai dengan bidang studi pengusul.
  • Proposal wajib memperoleh persetujuan dosen pembimbing atau dekan serta dilengkapi cap lembaga.
  • Jangka waktu penelitian maksimal satu tahun.
  • Penelitian dilaksanakan di wilayah Republik Indonesia.
  • Menyertakan riwayat hidup peneliti dan dosen pembimbing.

Pendaftaran dan pengumpulan proposal telah dibuka sejak 29 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Sementara itu, pengumuman penerima bantuan dana riset dijadwalkan pada Oktober 2026.

Dua Dekade Mendorong Inovasi Pangan Indonesia

Program Indofood Riset Nugraha pertama kali diluncurkan pada tahun 2006 sebagai kelanjutan dari Program Bogasari Nugraha yang telah dirintis sejak 1998. Program ini menjadi bagian dari pilar Corporate Social Responsibility (CSR) Indofood melalui program Building Human Capital yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Selama 20 tahun pelaksanaannya, IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa yang berasal dari lebih dari 200 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan tim pakar lintas disiplin ilmu dari berbagai perguruan tinggi terkemuka yang terlibat dalam proses seleksi, pendampingan, hingga evaluasi hasil penelitian mahasiswa.

“Selama dua dekade, IRN telah menjadi bagian dari perjalanan lahirnya banyak peneliti muda Indonesia yang kini berkiprah di berbagai bidang. Kami percaya bahwa riset yang dilakukan mahasiswa hari ini dapat menjadi fondasi lahirnya solusi pangan, kesehatan masyarakat, dan inovasi Indonesia di masa depan. Karena itu, kami berharap semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk berkontribusi melalui penelitian yang berdampak,” tutup Suaimi.

Informasi lengkap mengenai sosialisasi Program IRN 2026–2027 dapat disaksikan melalui kanal YouTube Rumah Indofood. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *