Beritakota.id, Jakarta – Pertamina Foundation terus memperkuat peran perempuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui program Pertamina Foundation Preneur (PF Preneur) 2026. Dari total 8.210 kelompok UMKM perempuan yang mendaftar tahun ini, sebanyak 350 womanpreneur terbaik terpilih untuk mengikuti program pengembangan bisnis yang dirancang guna mempercepat pertumbuhan usaha dan daya saing di era digital.
Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana, mengatakan proses seleksi PF Preneur 2026 dilakukan secara ketat melalui berbagai tahapan kurasi dan pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM perempuan.
Menurutnya, dari 8.210 peserta yang mendaftar, sebanyak 2.399 UMKM lolos tahap prakurasi dan mendapatkan berbagai pelatihan pengembangan usaha sebelum memasuki tahapan seleksi lanjutan.
“Program ini bukan sekadar seleksi, tetapi juga proses pembelajaran dan upscaling bagi para pelaku UMKM perempuan agar mampu meningkatkan kualitas usaha mereka,” ujar Gusman dalam acara Inaugurasi PF Preneur 2026.
Ribuan UMKM Dibekali Branding hingga Artificial Intelligence
Dalam proses kurasi, para peserta mendapatkan pembekalan yang mencakup berbagai aspek penting pengembangan usaha, mulai dari penguatan produk, strategi branding, positioning bisnis, teknik penyusunan proposal, hingga pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk pemasaran dan komersialisasi produk.
Pelatihan tersebut dirancang untuk membantu UMKM perempuan beradaptasi dengan perubahan pasar yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi digital.
Gusman menegaskan bahwa peserta yang terpilih dalam PF Preneur 2026 masih memiliki peluang untuk memperoleh pembinaan lanjutan melalui berbagai program pengembangan usaha, termasuk UMK Academy yang digagas Pertamina.
PF Preneur Jadi Awal Perjalanan UMKM Naik Kelas
Dalam kesempatan tersebut, Gusman mengingatkan bahwa terpilih sebagai peserta PF Preneur bukanlah akhir perjalanan, melainkan langkah awal menuju pertumbuhan usaha yang lebih besar.
Ia menilai produk-produk yang dihasilkan para peserta memiliki potensi besar untuk memperkuat sektor UMKM nasional, baik di bidang kuliner, kerajinan tangan, pertanian maupun sektor kreatif lainnya.
“PF Preneur bukan garis akhir, tetapi titik awal untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas usaha agar mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian Indonesia,” katanya.
Pertamina Foundation Dorong Tiga Kunci Sukses UMKM
Gusman juga menyampaikan tiga pesan utama kepada para womanpreneur yang terpilih dalam program PF Preneur 2026.
Pertama, para pelaku usaha diminta untuk terus belajar dan tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang telah diraih.
Kedua, UMKM harus terus berinovasi mengikuti perkembangan pasar dan kebutuhan konsumen yang terus berubah.
Ketiga, pentingnya membangun kolaborasi melalui ekosistem komunitas PF Preneur agar para pelaku usaha dapat bertumbuh bersama.
Menurutnya, jejaring komunitas menjadi salah satu kekuatan utama dalam memperluas pasar dan membuka peluang kerja sama antar UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.
“Komunitas PF Preneur akan menjadi modal penting bagi para peserta untuk saling belajar, berkolaborasi, dan memperluas akses pasar di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya.
Perempuan Jadi Motor Penggerak UMKM Nasional
Program PF Preneur sendiri secara khusus menyasar perempuan pelaku UMKM sebagai penerima manfaat utama. Seluruh peserta program merupakan perempuan yang menjalankan berbagai jenis usaha produktif di berbagai daerah.
Melalui program ini, Pertamina Foundation berharap semakin banyak UMKM perempuan yang mampu naik kelas, memperkuat daya saing produk lokal, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Ke depan, PF Preneur akan terus menjadi wadah pengembangan kapasitas, inovasi, dan kolaborasi bagi perempuan Indonesia yang ingin mengembangkan usaha secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi digital yang semakin dinamis.

