Beritakota.id, Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi mengapresiasi kehadiran layanan radioterapi berpresisi tinggi di Primaya Hospital Bekasi Barat sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem layanan kanker di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Fasilitas ini dinilai memperluas akses perawatan kanker yang komprehensif bagi masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan rujukan ke rumah sakit di Jakarta yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan kapasitas.
Layanan radioterapi tersebut menjadi bagian dari penguatan Cancer Center Primaya Hospital Bekasi Barat, yang menghadirkan layanan terpadu mulai dari deteksi dini, diagnostik, bedah onkologi, kemoterapi, hingga radioterapi dalam satu fasilitas. Dengan model pelayanan terintegrasi ini, pasien kanker dapat menjalani rangkaian perawatan secara berkesinambungan, lebih efisien, dan terkoordinasi dengan baik antar-disiplin medis.
Kehadiran radioterapi di Bekasi dipandang semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan onkologi nasional. Selama ini, keterbatasan fasilitas radioterapi di wilayah penyangga ibu kota menyebabkan banyak pasien kanker harus menempuh perjalanan jauh ke Jakarta, dengan waktu tunggu yang panjang dan beban biaya tambahan yang tidak kecil. Padahal, data Global Cancer Observatory (Globocan) menunjukkan bahwa jumlah kasus kanker di Indonesia terus mengalami peningkatan dan diproyeksikan melonjak hingga 63 persen pada periode 2025–2040, seiring perubahan pola hidup, penuaan populasi, dan meningkatnya angka harapan hidup.
Baca juga : Refleksi HUT, BRI Bekasi Jaga Pelayanan Yang Berkelanjutan
Layanan radioterapi di Primaya Hospital Bekasi Barat menggunakan SHINVA XHA1400 Multi Energy Linear Accelerator yang dilengkapi teknologi 3D Conformal Radiotherapy (3D CRT) dan Intensity-Modulated Radiation Therapy (IMRT). Teknologi ini memungkinkan penyinaran dilakukan secara lebih presisi dengan pengaturan dosis yang akurat sesuai karakter tumor, sehingga terapi menjadi lebih efektif sekaligus meminimalkan paparan radiasi pada jaringan sehat di sekitarnya. Pendekatan ini dinilai penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien selama dan setelah terapi.
Pada peresmian layanan tersebut, Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahyono menyambut baik kehadiran fasilitas radioterapi di Primaya Hospital Bekasi Barat, Kamis (18/12). Ia menilai layanan ini melengkapi infrastruktur kesehatan Kota Bekasi dan memberikan kemudahan bagi pasien kanker untuk memperoleh terapi lanjutan lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Menurutnya, penguatan layanan kesehatan rujukan di daerah merupakan bagian penting dari upaya pemerataan akses layanan kesehatan berkualitas.
Sementara itu, CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menegaskan bahwa pengembangan layanan kanker merupakan fokus strategis perusahaan dalam menjawab tantangan kesehatan nasional.
“Hadirnya radioterapi di Primaya Hospital Bekasi Barat merupakan bagian dari komitmen kami membangun Cancer Center yang komprehensif dan berstandar internasional, sehingga pasien kanker dapat memperoleh perawatan yang efektif, terintegrasi, dan berkesinambungan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Direktur Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Yoana Periskila Winarto, MKK., MHPM. Ia menjelaskan bahwa sejak Juli 2025, Primaya Hospital Bekasi Barat telah berstatus sebagai rumah sakit swasta tipe A pertama di Kota Bekasi.
“Dengan hadirnya layanan radioterapi, kami semakin memperkuat layanan onkologi berbasis multidisciplinary care dalam satu fasilitas. Saat ini layanan tersebut didukung lebih dari 10 dokter spesialis onkologi dengan berbagai subspesialisasi, mulai dari hematologi, digestif, ginekologi, hingga onkologi anak,” jelasnya.
Secara lebih luas, penguatan layanan kanker ini mencerminkan dinamika industri layanan kesehatan nasional yang tengah mengalami pertumbuhan signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pasien terus meningkat, seiring bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan pengobatan penyakit kronis. Di sisi lain, biaya layanan kesehatan—khususnya perawatan kanker—juga mengalami kenaikan, dipengaruhi oleh kebutuhan teknologi medis canggih, obat-obatan inovatif, serta layanan spesialis yang semakin kompleks.
Kondisi tersebut mendorong rumah sakit untuk berinvestasi pada fasilitas dan teknologi berstandar tinggi, sekaligus mengembangkan layanan terintegrasi agar perawatan menjadi lebih efisien dan berkelanjutan. Kehadiran fasilitas radioterapi di daerah penyangga seperti Bekasi dinilai mampu menekan biaya tidak langsung pasien, seperti transportasi dan waktu tunggu, sekaligus meningkatkan kualitas dan kesinambungan terapi.
Peluncuran layanan radioterapi ini juga sejalan dengan Rencana Kanker Nasional, yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas layanan kanker mulai dari diagnosis hingga terapi lanjutan. Didukung akreditasi internasional Joint Commission International (JCI) yang telah diraih sejak 2014, Primaya Hospital Group menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses layanan kanker berstandar global, agar semakin dekat dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. (Herman Effendi / Lukman Hqeem)

