Beritakota.id, Kebumen – Menjelang Idulfitri, kebutuhan bahan pangan masyarakat biasanya meningkat dan kerap diikuti kenaikan harga. Untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pendopo Kabumian, Kabupaten Kebumen, Jumat (6/3/2026).

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kebumen serta Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, menegaskan bahwa pengendalian pasokan dan harga pangan memerlukan kerja sama berbagai pihak.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

“Kami ingin menekankan bahwa dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, apa yang dikerjakan hari ini merupakan kolaborasi semua pihak. Kita sepakat semuanya tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Maino.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, peternak, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya pada momentum hari besar keagamaan nasional.

Maino juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kebumen yang dinilai berhasil menggandeng berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Termasuk dukungan dari Baznas dan juga CSR perusahaan. Ini kolaborasi yang sangat baik dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” katanya.

Program Gerakan Pangan Murah terus digencarkan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan.

Hingga 5 Maret 2026, kegiatan GPM tercatat telah dilaksanakan sebanyak 2.644 kali di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 20 kali oleh pemerintah pusat, 263 kali di 33 provinsi, 2.148 kali di 312 kabupaten/kota, serta 213 kali oleh masyarakat dan pihak swasta.

Baca juga: Bapanas Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran Distribusi dan Harga Pangan

Pada kesempatan tersebut juga digelar teleconference bersama Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah, yang memantau pelaksanaan GPM secara serentak di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Menurut Ahmad Luthfi, program tersebut merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau sekaligus membantu menekan inflasi.

“Ini menjadi model bagi kita semua agar keterjangkauan harga ini bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Lilis Nuryani, Bupati Kabupaten Kebumen, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Ia memastikan stok kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

“Harga yang ditawarkan di sini berada di bawah harga pasar karena komoditas didatangkan langsung dari produsen, petani, dan peternak sehingga memotong mata rantai distribusi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan lebih dari 3.000 kupon potongan harga senilai Rp5.000 hingga Rp10.000 untuk berbelanja.

Sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran, antara lain beras SPHP Rp60.000 per lima kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, telur ayam mulai Rp24.000 per kilogram, daging ayam Rp17.500 per setengah kilogram, serta gula pasir mulai Rp16.000 per kilogram.

Perwakilan Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996, Irma Agustanti, mengatakan keterlibatan alumni dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program stabilisasi pangan pemerintah.

“Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan serta berbagi kepada masyarakat, kami memberikan bantuan voucher belanja. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan hingga menyambut Idulfitri dengan lebih tenang. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *