Beritakota.id, Tangerang – Asosiasi Chief Engineering Banten (ACE Banten) sukses menggelar Seminar dan Gathering 2026 yang dihadiri para profesional teknik, pengelola gedung, pelaku industri perhotelan, serta berbagai mitra usaha dari wilayah Banten dan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat solidaritas antaranggota sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang engineering dan manajemen teknis.
Mengusung tema “Strategi IPTEK K3 Melalui 5R/5S untuk Meningkatkan Kompetensi Menuju SDM Unggul di Era Industri 5.0”, acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman yang membahas perkembangan teknologi, efisiensi energi, sistem keamanan gedung, hingga tantangan dunia engineering di era digital.
Penerapan budaya 5R/5S (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) yang didukung oleh ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Ketua ACE Banten, Wawan Kurniawan, mengatakan bahwa Era Industri 5.0 menuntut keseimbangan antara kemajuan teknologi, keselamatan kerja, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan wadah komunikasi dan kolaborasi bagi para chief engineering agar dapat terus berkembang, berbagi pengalaman, serta menghadapi tantangan industri dengan lebih siap,” ujarnya.
Selain penyelenggaraan seminar dan gathering, ACE Banten juga merayakan satu dekade perjalanan organisasi yang berdiri sejak 3 Juni 2016. Dalam momentum tersebut, ACE Banten meluncurkan buku berjudul “Manajemen Fasilitas: Menjaga Keandalan, Memperpanjang Usia” sebagai kontribusi dalam pengembangan pengetahuan dan praktik manajemen fasilitas di Indonesia.
Baca juga: Diikuti Ratusan Peserta, Asosiasi Chief Engineer Sukses Gelar Vendor Gathering 2024
Acara semakin semarak dengan sesi gathering dan networking yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas jejaring profesional serta bertukar pengalaman terkait pengelolaan fasilitas dan dunia engineering.
Menurut Wawan, kegiatan ini juga didukung oleh puluhan perusahaan yang membuka booth pameran berbagai produk dan layanan penunjang industri.
“Kami juga menghadirkan puluhan booth pameran mulai dari vendor pengelolaan limbah, waterproofing, elevator, ekskavator, mesin pompa air, sistem pendingin udara (AC), hingga berbagai layanan jasa lainnya,” katanya.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari para peserta karena dinilai mampu menghadirkan wawasan baru, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kapasitas para profesional teknik dalam menghadapi perkembangan industri yang semakin dinamis.
ACE Banten berharap Seminar dan Gathering 2026 dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kompetensi para chief engineering, serta mendorong kemajuan dunia engineering di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten. (***)

