Beritakota.id, Bandung – Pemadaman listrik bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, pada Senin (22/6/2026). Kondisi ini mulai menimbulkan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan operasional harian.

Berdasarkan jadwal yang diterbitkan PLN UP3 Bandung, lebih dari 100 titik di Kota Bandung masuk dalam daftar pengurangan pasokan listrik secara bergilir. Salah satu kawasan yang terdampak adalah Antapani, yang dalam beberapa hari terakhir mengalami pemadaman berulang.

Sejumlah pelaku usaha mengaku mulai merasakan kerugian akibat pemadaman yang berlangsung selama tiga hingga empat jam. Aktivitas usaha terganggu, pelayanan kepada pelanggan terhambat, hingga berdampak pada penurunan pendapatan harian.

Baca juga: YLKI: Listrik Padam Bukan Gangguan Biasa, Hak Konsumen Harus Dilindungi

Sandy, staf sebuah usaha laundry di kawasan Jalan Kuningan, Antapani, mengatakan pemadaman listrik yang terjadi pada Senin ini merupakan kali keempat dalam beberapa hari terakhir.

“Awalnya kami mengira pemadaman hanya berlangsung satu atau dua jam. Namun kenyataannya bisa lebih lama. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap operasional usaha dan membuat omzet menurun,” ujarnya.

Menurut para pelaku usaha di kawasan tersebut, penurunan omzet selama periode pemadaman diperkirakan mencapai 20 hingga 30 persen. Kondisi itu terjadi karena sebagian besar usaha kecil belum memiliki generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan.

UMKM Jadi Pihak Paling Terdampak

Pemadaman listrik tidak hanya menghambat proses produksi dan pelayanan, tetapi juga berpotensi mengurangi kepercayaan pelanggan akibat keterlambatan penyelesaian layanan.

Bagi usaha berbasis jasa seperti laundry, warung makan, percetakan, hingga usaha digital, listrik menjadi komponen utama dalam menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari.

Beberapa pelaku usaha bahkan mulai memasang pengumuman kepada pelanggan mengenai kemungkinan keterlambatan pelayanan sebagai langkah antisipasi selama jadwal pemadaman masih berlangsung.

“Kalau listrik padam, hampir seluruh aktivitas berhenti. Kami tidak bisa mengoperasikan mesin seperti biasa sehingga pekerjaan menumpuk,” kata salah seorang pelaku usaha di Antapani.

PLN Terapkan Pemadaman Bertahap

PLN UP3 Bandung menjadwalkan pengurangan pasokan listrik pada empat periode waktu berbeda, yakni pukul 08.00–11.00 WIB, 11.00–14.00 WIB, 14.00–17.00 WIB, dan 17.00–20.00 WIB.

Skema tersebut diterapkan menyesuaikan kondisi jaringan di masing-masing wilayah. Bahkan di beberapa lokasi tertentu, pemadaman dijadwalkan terjadi lebih dari satu kali dalam sehari.

Salah satu kawasan yang masuk dalam jadwal pemadaman berulang adalah koridor Jalan Ahmad Yani yang dijadwalkan mengalami pengurangan pasokan listrik hingga malam hari.

Meski demikian, berdasarkan pantauan di sejumlah lokasi pada Senin pagi, beberapa wilayah yang masuk jadwal pemadaman gelombang pertama masih mendapatkan pasokan listrik normal.

PLN Klaim Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Stabil

Di tengah keluhan masyarakat dan pelaku usaha, PT PLN (Persero) memastikan proses pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Jawa terus menunjukkan perkembangan positif.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, sebelumnya menyampaikan bahwa salah satu unit pembangkit yang sempat mengalami gangguan teknis telah berhasil dipulihkan dan kembali terhubung dengan sistem kelistrikan Jawa sejak Minggu (21/6/2026) pukul 18.00 WIB.

“Kami menyampaikan kabar baik. Salah satu pembangkit berhasil dipulihkan dan sudah sinkron dengan sistem kelistrikan Jawa,” ujar Darmawan.

Menurut PLN, kembalinya unit pembangkit tersebut akan memperkuat keandalan sistem dan membantu mengurangi kebutuhan pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi di sejumlah daerah.

PLN juga menegaskan bahwa pemantauan dan perbaikan teknis masih dilakukan secara intensif guna memastikan pasokan listrik kembali normal dan stabil.

Harapan Pelaku Usaha

Para pelaku usaha berharap proses pemulihan dapat segera selesai sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terganggu.

Mereka menilai kepastian pasokan listrik menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas usaha, terutama bagi sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Dengan masih berlangsungnya jadwal pemadaman bergilir di sejumlah titik Kota Bandung, pelaku usaha kini berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi sembari menunggu sistem kelistrikan kembali sepenuhnya normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *