Beritakota.id, Jakarta – Atlet muda DKI Jakarta, Lio Mema, mencatatkan sejarah baru di dunia atletik nasional setelah memecahkan rekor nasional nomor lompat tinggi putra kelompok usia U-18 pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2026 dan Indonesia U-18 Open Championship di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, Sabtu (27/6).
Lio tampil gemilang dengan mencatat lompatan setinggi 2,03 meter, melampaui rekor nasional sebelumnya yang dipegang Alif Baskara sejak 2017 dengan catatan 2,02 meter. Torehan tersebut sekaligus mengukuhkan namanya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di nomor lompat tinggi Indonesia.
Bagi Lio, keberhasilan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar memecahkan rekor. Prestasi itu menjadi bukti bahwa kegagalan dapat menjadi titik awal untuk bangkit dan meraih pencapaian yang lebih tinggi.
Ia mengungkapkan, kegagalan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) justru menjadi motivasi terbesar untuk berlatih lebih keras.
“Sejak itu saya bertekad berlatih lebih keras supaya tidak mengecewakan keluarga dan teman-teman yang selalu mendukung saya,” ujar Lio usai pertandingan.
Lio mengaku dukungan penuh dari pelatih serta sistem pembinaan yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi faktor penting dalam perkembangan kariernya. Dukungan tersebut membuatnya semakin percaya diri untuk terus meningkatkan kemampuan dan menembus level kompetisi yang lebih tinggi.
Baca juga: PB PASI Siapkan Empat Pusat Pelatihan Atletik Nasional, Fokus Regenerasi Atlet Indonesia
Rekor nasional yang berhasil dipecahkannya kini membuka peluang baru menuju ajang internasional kelompok usia. Atlet muda tersebut menargetkan dapat tampil di SEA Youth Games dan Asian Youth Games sebagai langkah berikutnya dalam perjalanan kariernya.
Menurut Lio, pencapaian di Stadion Atletik Rawamangun menjadi modal berharga untuk membawa nama Indonesia bersaing di tingkat Asia. Meski telah menorehkan sejarah, ia menegaskan belum merasa puas dan optimistis masih mampu meningkatkan catatan lompatan pada kompetisi berikutnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Lio tidak hanya mengandalkan program latihan resmi bersama pelatih. Ia juga rutin menjalani latihan mandiri, seperti joging, latihan kebugaran, serta senam ringan di rumah untuk menjaga kondisi fisik dan meningkatkan performa.
Sementara itu, medali perak nomor lompat tinggi putra U-18 diraih Elfaz Muara dari Jawa Barat dengan lompatan 1,81 meter. Adapun medali perunggu menjadi milik Alexander Benjamin, juga dari Jawa Barat, yang membukukan lompatan 1,70 meter.
Prestasi yang ditorehkan Lio Mema menjadi angin segar bagi masa depan atletik Indonesia. Di usia yang masih sangat muda, ia telah membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat bangkit dari kegagalan mampu melahirkan prestasi membanggakan. Rekor nasional yang diciptakannya sekaligus menjadi harapan baru bagi lahirnya generasi atlet Indonesia yang mampu bersaing di level Asia hingga panggung dunia. (***)

