Beritakota.id, Brebes – Sejumlah warga Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, mempertanyakan kualitas material yang digunakan dalam proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Mereka meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melakukan pemeriksaan terhadap material dan hasil pekerjaan guna memastikan proyek dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis.
Permintaan tersebut disampaikan karena proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai harus memenuhi standar mutu dan ketentuan teknis agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Salah seorang warga Desa Slatri, Mukmin, mengatakan pengawasan terhadap proyek pemerintah perlu dilakukan secara ketat agar kualitas pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau proyek menggunakan anggaran negara tetapi material yang dipakai tidak sesuai spesifikasi, tentu sangat kami sayangkan. Kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian karena berkaitan dengan manfaat bagi masyarakat,” kata Mukmin kepada wartawan, Jumat (24/7).
Menurutnya, pemeriksaan lapangan penting dilakukan apabila terdapat dugaan penggunaan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.
Ia berharap BBWS Pemali Juana, pelaksana proyek, serta konsultan pengawas segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pekerjaan yang sedang berlangsung.
“Kami berharap ada pengecekan dan evaluasi sehingga apabila ditemukan kekurangan dapat segera diperbaiki,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, program P3TGAI di Desa Slatri merupakan pekerjaan peningkatan jaringan irigasi tersier yang didanai APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, BBWS Pemali Juana, serta Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Pemali Juana.
Pekerjaan dilaksanakan pada lima titik jaringan irigasi tersier di Desa Slatri.
Baca juga: Kalapas Brebes Minta Warga Binaan Aktif Ikuti Pembinaan dan Jaga Ketertiban
Berdasarkan papan informasi proyek, masing-masing lokasi memiliki nilai anggaran sekitar Rp195 juta.
Sejumlah warga menyoroti penggunaan material berupa batu cadas dan pasir ladon pada sebagian pekerjaan. Mereka meminta instansi berwenang memastikan material yang digunakan telah memenuhi spesifikasi teknis sebagaimana ketentuan dalam proyek.
Ketua P3A Sumber Urip Desa Slatri, Teguh, menjelaskan kelompoknya merupakan salah satu penerima manfaat program P3TGAI di desa tersebut.
Menurutnya, program diperoleh setelah kelompok tani mengajukan permohonan kepada BBWS Pemali Juana.
“Di Desa Slatri ada lima titik lokasi proyek P3TGAI. Program ini kami peroleh setelah mengajukan permohonan kepada BBWS Pemali Juana,” ujar Teguh.
Ia menjelaskan pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok P3A.
Setiap titik proyek memiliki volume pekerjaan sepanjang 334 meter pada masing-masing sisi saluran atau total sekitar 668 meter, dengan tinggi konstruksi saluran sekitar 65 sentimeter.
Program P3TGAI sendiri merupakan program peningkatan jaringan irigasi yang melibatkan kelompok petani sebagai pelaksana swakelola. Tujuannya adalah meningkatkan fungsi jaringan irigasi guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Hingga berita ini diterbitkan, BBWS Pemali Juana belum memberikan tanggapan atas pertanyaan warga mengenai dugaan penggunaan material yang dinilai perlu diperiksa. Hingga berita ini ditulis, pekerjaan pembangunan masih berlangsung. (***)

