Beritakota.id, Tangerang Selatan – Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP) bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Tahunan, Seminar Internasional, Call for Paper, International Community Service (Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional), serta CAAGA X di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan pada 20–22 Juli 2026.

Rapat Kerja Nasional Tahunan yang mengusung tema Public Accounting in Times of Crisis and Uncertainty: Strengthening Accountability for Sustainable Resilience, penyelenggaraan yang telah memasuki tahun ke-15 ini diikuti sekitar 250 peserta yang berasal dari kalangan dosen, peneliti, praktisi sektor publik, mahasiswa S1, S2, dan S3, serta pemerhati akuntansi publik.

Forum ini menunjukkan peran lain yang tak kalah penting. Universitas Terbuka menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia akademik, pemerintah, dan praktisi untuk membahas persoalan nyata yang dihadapi sektor publik.

Di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan riset, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan pembangunan.

Baca juga: Lulusan Universitas Terbuka Raih Juara Internasional di Tokyo, Imam Pesuwaryantoro Harumkan Nama Indonesia

Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Terbuka selaku Ketua FDAP yaitu Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.

“Ini adalah pertemuan penting dari dosen akutasi publik yang sekian kalinya, sekaligus juga menghadirkan kembali tokoh-tokoh penting kita untuk memberikan inspirasi dan sekaligus motivasi dan juga memberikan pembekalan kepada kita semua. Sekali lagi untuk menguatkan peran dosen akutansi publik di tanah air ini, khususnya dalam penguatan akutansi publik di segala sektor,” ujar Prof. Ali Muktiyanto, Senin (20/7/2026).

Prof Ali mengatakan forum tersebut menjadi wadah bagi para akademisi untuk menyusun berbagai rekomendasi strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan akuntansi publik di Indonesia.

Menurutnya hasil pembahasan nantinya akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.

“Rekomendasi yang dihasilkan akan kami serahkan kepada pemerintah, mulai dari penguatan sumber daya manusia (SDM) hingga kebutuhan infrastruktur pendidikan. Harapannya kualitas lulusan akuntansi publik terus meningkat dan mampu menjawab kebutuhan profesi,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka (FEB-UT) dengan Association of Public Sector Accounting Educators (APSAE) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik.

Pembukaan kemudian dilanjutkan melalui Keynote & Plenary Session yang menghadirkan Prof. Mardiasmo, MBA, Ph.D., CFrA, QIA, Ak., CA.; Associate Prof. Tarek Rana, Ph.D. dari RMIT University; serta Drs. Samsul Widodo, M.A., Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Berbagai perspektif yang disampaikan menggarisbawahi pentingnya memperkuat akuntabilitas sektor publik sebagai respons terhadap tekanan fiskal, disrupsi teknologi, serta meningkatnya kompleksitas tantangan global.

Selama tiga hari pelaksanaan, ruang-ruang diskusi di UTCC dipenuhi pertukaran gagasan, hasil riset, dan pengalaman lapangan. Beragam agenda ilmiah diselenggarakan, mulai dari Orasi Ilmiah Profesor Baru Akuntansi Publik, Promosi Doktoral Akuntansi Publik, pameran (exhibition) dan showcase hasil penelitian serta Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), workshop transformasi kurikulum akuntansi publik, workshop penyusunan buku laboratorium, Doctoral Research Dissemination Session, hingga PkM Internasional bersama jajaran Puskesmas se-Tangerang Selatan.

Pada waktu yang sama, FDAP juga menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional untuk menyusun dan memfinalisasi program kerja organisasi periode 2026–2030, sementara sesi paralel Call for Paper mempertemukan 59 presenter sebelum seluruh rangkaian ditutup melalui campus tour Universitas Terbuka.

Semangat kolaborasi akademik juga tercermin dalam Call for Paper yang menghadirkan karya ilmiah dari berbagai perguruan tinggi dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Penelitian- penelitian tersebut membahas enam isu strategis, yakni Central and Local Government, Education Sector, Health Sector, Village Government, Uncertainty and Large-Scale Social Programs, serta Geopolitical Issues and Defense Expenditure. Naskah berbahasa Indonesia dipresentasikan pada Temu Dosen FDAP, sedangkan naskah berbahasa Inggris dipresentasikan dalam CAAGA X.

Di tengah dunia yang terus berubah, kebutuhan menghadirkan tata kelola sektor publik yang tangguh tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi ataupun satu disiplin ilmu. Dibutuhkan ruang yang mempertemukan gagasan, riset, pengalaman, dan jejaring agar lahir solusi yang semakin relevan dengan tantangan zaman.

Melalui penyelenggaraan FDAP 2026, Universitas Terbuka kembali mempertegas perannya sebagai ruang kolaborasi akademik yang mendorong berkembangnya pemikiran, penguatan jejaring keilmuan, serta kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung akuntabilitas sektor publik yang adaptif, transparan, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *