Beritakota.id, Jakarta – DDTC Library resmi mencatatkan namanya dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Perpustakaan Pajak dengan Koleksi Literatur Perpajakan Terbanyak di Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 DDTC di Menara DDTC, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Piagam penghargaan dan medali MURI diserahkan langsung oleh Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, kepada Founder DDTC, Darussalam dan Danny Septriadi, di DDTC Library yang berada di lantai dua Menara DDTC.

Yusuf Ngadri mengatakan DDTC Library layak menerima penghargaan tersebut karena secara faktual memiliki koleksi literatur perpajakan terbanyak di Indonesia. Menurutnya, pencapaian itu diharapkan menjadi inspirasi untuk meningkatkan literasi perpajakan di Tanah Air.

“Secara faktual DDTC Library memang layak memecahkan rekor. Harapan kami, pencapaian ini dapat menginspirasi seluruh masyarakat untuk memperkuat literasi perpajakan sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pajak,” ujar Yusuf.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang memandang pajak hanya sebagai kewajiban tanpa memahami peran strategisnya bagi pembangunan nasional. Karena itu, keberadaan DDTC Library dinilai penting sebagai pusat referensi bagi akademisi, praktisi, hingga pembuat kebijakan.

“Pengetahuan dasar mengenai perpajakan akan membantu membangun kesadaran masyarakat. Kehadiran DDTC Library menjadi sumber literatur yang sangat bermanfaat,” katanya.

Literasi Jadi Fondasi Kebijakan Pajak

Founder DDTC, Darussalam, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan MURI. Menurutnya, ketersediaan literatur perpajakan yang lengkap menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang melek pajak sekaligus menghasilkan kebijakan perpajakan yang berkualitas.

Ia menjelaskan bahwa literatur yang komprehensif memungkinkan akademisi, praktisi, maupun pembuat kebijakan memahami tidak hanya regulasi yang berlaku, tetapi juga konsep perpajakan serta praktik terbaik internasional (international best practice).

Darussalam mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen pendapatan negara masih berasal dari sektor perpajakan. Namun, dari sisi pengembangan ilmu pengetahuan, literatur perpajakan di Indonesia masih relatif terbatas.

Baca juga: Kadin Soroti Kenaikan Pajak Air Tanah hingga Ratusan Persen di Bogor

“Kondisi ini mendorong saya untuk menjadi pionir agar kampus maupun pemerintah ikut memperkuat literasi perpajakan. Semoga ini menjadi pemicu bagi berbagai pihak untuk lebih serius membangun ekosistem keilmuan perpajakan,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan perpajakan yang disusun berdasarkan referensi ilmiah yang kuat akan lebih berkualitas, relevan dengan perkembangan global, dan lebih mudah diterima masyarakat.

Miliki Hampir 5.000 Koleksi Literatur

Saat ini, DDTC Library memiliki 4.967 koleksi literatur yang mendukung kajian perpajakan sebagai ilmu multidisiplin. Jumlah tersebut terdiri atas 3.259 koleksi perpajakan inti (core tax collection) dan 1.708 koleksi pendukung perpajakan (complementary tax collection).

Koleksi utama mencakup berbagai literatur mengenai perpajakan nasional maupun internasional, sedangkan koleksi pendukung meliputi bidang hukum, akuntansi, ekonomi, perdagangan internasional, hingga disiplin ilmu lain yang berkaitan dengan perpajakan.

Seluruh koleksi tersebut membentuk ekosistem pengetahuan perpajakan yang terintegrasi. DDTC Library juga terhubung dengan berbagai platform digital milik DDTC, seperti DDTCNews, Perpajakan DDTC, dan layanan pengetahuan lainnya.

Seiring perkembangan dunia perpajakan yang semakin dinamis, DDTC terus memperbarui koleksi pustakanya dengan berbagai literatur terbaru. Saat ini, koleksi tersebut dikelompokkan ke dalam lebih dari 45 topik, antara lain transfer pricing, international taxation, tax audit and dispute, tax law, tax administration, tax system, taxation and technology, business reorganization, hingga tax research.

Mayoritas koleksi berasal dari penerbit internasional terkemuka seperti IBFD, Wolters Kluwer, Routledge, Hart Publishing, LexisNexis, dan American Bar Association.

Selain itu, berbagai publikasi DDTC, termasuk 43 buku yang telah diterbitkan, juga disusun dengan mengacu pada koleksi DDTC Library. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen DDTC dalam memperkuat literasi perpajakan sekaligus mendukung lahirnya kajian akademik dan kebijakan perpajakan yang berbasis riset. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *