Beritakota.id, Jakarta – Memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Dompet Dhuafa meluncurkan program BesTeam (Bestian Sama Yatim) sebagai gerakan kolaboratif untuk memperkuat pendampingan dan pemberdayaan anak yatim di Indonesia. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun masa depan anak yatim melalui pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Peluncuran program berlangsung di Gedung Antara Heritage Center, Jakarta, Kamis (18/6/2026), dengan menghadirkan sejumlah tokoh publik, di antaranya Teuku Wisnu, Aiman Ricky, Wakil Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Herdiansah, General Manager Gramedia Regional D Elizabeth Driemirda, Alumni Penerima Beasiswa Youth Ekselensia Scholarship (YES) Rahmad Gustav Kurniawan Lubis, serta Ketua Panitia Program BesTeam Dompet Dhuafa Widodo.
Dalam sesi dialog, Herdiansah menegaskan lahirnya program BesTeam berangkat dari keprihatinan terhadap masih banyaknya anak yatim yang menghadapi berbagai keterbatasan, baik dalam akses pendidikan, kesehatan, maupun pengembangan diri.
Menurutnya, upaya memuliakan anak yatim tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, dunia usaha, pemerintah, tokoh publik, hingga komunitas sosial.
Baca juga: Dompet Dhuafa dan Bazma Pertamina Retail Tebar Kurban ke Pelosok Indonesia
“Program BesTeam tidak terlepas dari keprihatinan terhadap anak yatim yang masih banyak mengalami berbagai keterbatasan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat agar pendampingan anak yatim dapat berjalan lebih optimal,” ujar Herdiansah.
Empat Pilar Utama BesTeam
Program BesTeam dibangun di atas empat nilai utama yang menjadi fondasi pengembangan anak yatim secara holistik.
Pertama, Best Mind, yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan kecerdasan agar anak yatim memiliki masa depan yang mandiri.
Kedua, Best Future, yang menghadirkan peluang serta harapan bagi anak yatim untuk tumbuh menjadi generasi yang produktif dan berdaya saing.
Ketiga, Best Heart, yang menitikberatkan pada penguatan karakter, kasih sayang, kepercayaan diri, dan kesehatan mental.
Keempat, Best Impact, yang bertujuan menciptakan dampak sosial yang luas sehingga anak yatim tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Baca juga: LPM Dompet Dhuafa dan Anayatrans Ajak 45 Anak Yatim Rekreasi Edukatif ke Taman Safari Bogor
Herdiansah mengungkapkan hingga saat ini program pendampingan anak yatim Dompet Dhuafa telah menjangkau lebih dari 23.842 anak yatim, sementara penerima program beasiswa mencapai 1.239 anak di berbagai wilayah Indonesia.
Pendampingan Berkelanjutan, Bukan Sekadar Bantuan Sesaat
Ketua Panitia Program BesTeam, Widodo, menjelaskan bahwa konsep yang diusung Dompet Dhuafa bukan hanya memberikan santunan jangka pendek, melainkan membangun ekosistem pendampingan yang berkelanjutan.
Berbagai program telah disiapkan, mulai dari sektor pendidikan melalui Youth Ekselensia Scholarship (YES), bantuan perlengkapan sekolah, dana pengembangan kompetensi, hingga bantuan pendidikan.
Di bidang sosial, Dompet Dhuafa menghadirkan program Belanja Bareng Yatim (BBY), santunan anak yatim, dan khitanan massal. Sementara sektor kesehatan mencakup bantuan nutrisi, pos remaja, serta layanan kesehatan.
Adapun program pemberdayaan ekonomi meliputi pengembangan usaha melalui kantin kontainer dan program Ibu Tangguh Berjuang untuk Anak Yatim.
Tidak hanya di dalam negeri, program bantuan juga menjangkau anak-anak yatim di Palestina melalui distribusi makanan siap santap dan santunan kemanusiaan.
Sementara itu, Teuku Wisnu mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam gerakan memuliakan anak yatim sebagai bagian dari nilai-nilai ajaran Islam.
“Kalau kita ingin dekat dengan Rasulullah SAW, salah satu jalannya adalah menyayangi dan membantu anak yatim. Semoga ini menjadi amal terbaik bagi kita semua,” ujar Teuku Wisnu.
Senada dengan itu, alumni penerima beasiswa YES, Rahmad Gustav Kurniawan Lubis, memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar tidak menjadikan status mereka sebagai hambatan untuk meraih cita-cita.
Menurutnya, berbagai program yang dihadirkan Dompet Dhuafa membuka kesempatan yang luas bagi anak yatim untuk berkembang dan mencapai masa depan yang lebih baik.

