Beritakota.id, Bogor – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke-499 dimanfaatkan Pemuda Kaum Betawi (PK Betawi) untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menegaskan arah gerakan kepemudaan yang lebih progresif, modern, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui agenda konsolidasi organisasi yang digelar pada 21–22 Juni 2026 di Sentul, Bogor, PK Betawi melakukan evaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun langkah strategis guna memperkuat peran pemuda Betawi dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, dan politik.
Ketua Umum PK Betawi, H. Masykur Isnan, mengatakan konsolidasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang memiliki visi perjuangan yang jelas, kader yang berkualitas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“PK Betawi harus terus tumbuh menjadi organisasi yang modern, progresif, dan memiliki kebermanfaatan nyata. Kita tidak hanya berbicara tentang eksistensi organisasi, tetapi bagaimana menghadirkan gerakan yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda serta memberikan kontribusi bagi pembangunan Betawi, Jakarta, dan Indonesia,” ujar Masykur Isnan.
Siapkan Kongres ke-2 PK Betawi
Salah satu keputusan strategis yang dihasilkan dalam konsolidasi tersebut adalah pelaksanaan Kongres ke-2 PK Betawi yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 di Base Camp Utama PK Betawi, Bale H. Sanusi Konte, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kongres tersebut diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi kader, menyusun arah organisasi, serta merumuskan program-program strategis yang relevan dengan tantangan masa depan.
Selain persiapan kongres, PK Betawi juga menegaskan sejumlah program prioritas organisasi, mulai dari penguatan kewirausahaan sosial (social entrepreneurship), peningkatan kompetensi sumber daya manusia berbasis teknologi dan digitalisasi, hingga mendorong keterlibatan pemuda dalam proses demokrasi secara substantif.
Menurut Masykur Isnan, generasi muda harus mampu menjadi pelaku perubahan dengan menghadirkan gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
“Partisipasi politik pemuda tidak boleh berhenti pada angka-angka elektoral. Pemuda harus hadir dengan kompetensi, gagasan, dan kemampuan membaca perubahan agar mampu memberikan warna positif dalam proses demokrasi,” tegasnya.
Dorong Politik Kebudayaan Betawi
Dalam konsolidasi tersebut, PK Betawi juga menegaskan komitmennya untuk mendorong politik kebudayaan sebagai salah satu strategi memperkuat eksistensi dan peran masyarakat Betawi di tengah dinamika pembangunan Jakarta.
Baca juga: Sorak Betawi Condet Hidupkan Warisan Budaya di Era Digital
Upaya tersebut akan dilakukan melalui penguatan kolaborasi dengan Majelis Adat Kaum Betawi (MKB) yang dipimpin H. Fauzi Bowo, termasuk melalui berbagai kajian akademis dan program kebudayaan yang berorientasi pada pelestarian identitas serta penguatan posisi masyarakat Betawi.
PK Betawi menilai politik kebudayaan merupakan instrumen penting untuk memastikan nilai-nilai, sejarah, dan kepentingan masyarakat Betawi tetap menjadi bagian dari arah pembangunan Jakarta di masa depan.
Perkuat Digitalisasi dan Komunikasi Organisasi
Konsolidasi organisasi juga menghadirkan energi baru dengan bergabungnya Brahma Aryana, Sekretaris Jenderal Nasional Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), sebagai Sekretaris Jenderal PK Betawi.
Kehadiran Brahma Aryana diharapkan mampu memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi dinamika politik dan demokrasi yang semakin kompleks.
Di sisi lain, penguatan transformasi digital juga menjadi perhatian utama organisasi. Ahmad Wafa yang memiliki latar belakang sebagai IT Specialist akan memperkuat sektor komunikasi digital PK Betawi melalui pengembangan jaringan digital dan strategi komunikasi organisasi yang lebih modern.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun narasi positif, memperluas jejaring gerakan, serta meningkatkan efektivitas komunikasi organisasi di era digital.
“Kita membutuhkan energi baru untuk membawa PK Betawi menjadi rumah besar gerakan pemuda yang mampu bergerak di ruang sosial, politik, dan digital. Dengan kekuatan kader, gagasan, serta teknologi, PK Betawi akan menjadi oase gerakan bersama yang modern dan progresif,” kata Masykur Isnan.
Melalui konsolidasi ini, PK Betawi menegaskan komitmennya untuk terus membangun generasi muda Betawi yang berdaya saing, memiliki kompetensi, serta siap mengambil peran strategis dalam pembangunan Jakarta dan Indonesia. Semangat “Betawi Revolusi” yang diusung organisasi diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya gerakan kepemudaan Betawi yang semakin kuat, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman. (***)

