Beritakota.id, Bogor – Bagi ribuan orang yang setiap hari melintas dari Jakarta menuju Kabupaten Bogor, Jalan Raya Bogor menjadi kesan pertama tentang wajah daerah ini. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor memilih memulai penataan dari koridor utama tersebut melalui gerakan gotong royong lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang digelar serentak pada Senin (6/7/2026).
Program yang diinisiasi atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto itu tidak sekadar membersihkan sampah. Pemerintah juga menata ruang publik, memperbaiki estetika kawasan, serta menghilangkan berbagai elemen yang selama ini mengurangi kenyamanan pengguna jalan.
Baca juga:Rudy Susmanto Canangkan “Keroyok Bareng Bebersih”
Gerakan dimulai dari ruas Jalan Raya Bogor yang membentang dari perbatasan Kota Bogor hingga Simpang Empat Kandang Roda. Penataan di koridor tersebut ditargetkan selesai dalam waktu maksimal dua hari sebelum dilanjutkan dari perbatasan Kota Depok menuju Flyover Cibinong. Setelah itu, kegiatan akan diperluas secara bertahap ke koridor utama lainnya di Kabupaten Bogor.
Apel gabungan mengawali kegiatan di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika memimpin apel bersama kepala perangkat daerah, Forkopimcam, lurah se-Kecamatan Cibinong, serta personel dari Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim), Dinas Pekerjaan Umum, hingga instansi terkait lainnya.
Kolaborasi lintas perangkat daerah tersebut menunjukkan bahwa penataan kawasan tidak lagi dilakukan secara sektoral, melainkan menjadi gerakan bersama untuk membangun wajah Kabupaten Bogor yang lebih tertata.
Lebih dari Sekadar Membersihkan Jalan
Di lapangan, setiap perangkat daerah menjalankan tugas sesuai kewenangannya. Disperkim mengecat ulang dinding yang dipenuhi vandalisme, memperbarui warna pembatas jalan, memperbaiki taman vertikal yang mengering akibat cuaca panas, serta mengecat pagar yang mulai kusam.
Sementara itu, perangkat daerah lain membersihkan sampah, merapikan kabel yang menjuntai di sepanjang jalan, membongkar penutup lokasi pembuangan sampah liar, mencopot baliho yang mengganggu ketertiban, hingga mencabut paku yang menempel pada batang pohon.
Penataan tersebut dilakukan secara menyeluruh agar koridor utama menuju Kabupaten Bogor tidak hanya terlihat lebih bersih, tetapi juga lebih aman, nyaman, dan sedap dipandang oleh masyarakat maupun pengguna jalan.
Kepala Disperkim Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengatakan setiap perangkat daerah bekerja secara kolaboratif sesuai dengan tugas masing-masing sehingga hasil penataan dapat dilakukan lebih cepat dan optimal.
“Seluruh perangkat daerah bekerja secara kolaboratif sesuai dengan tugas masing-masing. Dengan kerja sama seperti ini, hasil penataan kawasan menjadi lebih maksimal dan dapat langsung dirasakan masyarakat,” ujar Eko.
Menurutnya, kawasan jalan utama memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar jalur transportasi. Koridor tersebut menjadi ruang publik sekaligus etalase Kabupaten Bogor yang setiap hari dilihat masyarakat, pelaku usaha, maupun tamu yang datang dari luar daerah.
Karena itu, penataan tidak hanya difokuskan pada aspek kebersihan, tetapi juga menyasar estetika kawasan agar memberikan kesan pertama yang lebih baik.
Gerakan Bertahap dan Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan gerakan penataan kawasan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Setelah penyelesaian penataan koridor perbatasan Kota Bogor hingga Simpang Empat Kandang Roda, kegiatan akan dilanjutkan ke ruas Jalan Raya Bogor dari arah perbatasan Kota Depok menuju Flyover Cibinong sebelum diperluas ke wilayah lainnya.
Model kerja bertahap tersebut diharapkan mampu menciptakan standar penataan kawasan yang dapat diterapkan di seluruh koridor utama Kabupaten Bogor.
Selain melibatkan perangkat daerah, pemerintah juga berharap masyarakat mengambil peran dalam menjaga hasil penataan yang telah dilakukan.
Eko menegaskan kebersihan lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Keberhasilan program sangat bergantung pada kepedulian warga untuk menjaga lingkungan tetap bersih, tidak membuang sampah sembarangan, serta ikut merawat fasilitas umum yang telah ditata.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian seluruh masyarakat, kita bisa mewujudkan Kabupaten Bogor yang bersih, nyaman, dan menjadi daerah yang membanggakan,” katanya.
Semangat gotong royong itulah yang ingin dibangun Pemerintah Kabupaten Bogor melalui gerakan ini. Penataan koridor Jalan Raya Bogor menjadi langkah awal membangun ruang publik yang lebih tertib sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai kawasan yang bersih, nyaman, dan ramah bagi masyarakat maupun pendatang.
Di tengah pertumbuhan kawasan perkotaan yang semakin pesat, wajah sebuah daerah sering kali dinilai dari ruang publik yang pertama kali dilihat. Jalan yang bersih, taman yang terawat, utilitas yang tertata, dan lingkungan yang nyaman bukan sekadar persoalan estetika, tetapi juga mencerminkan kualitas pelayanan pemerintah kepada warganya.
Melalui gerakan gotong royong yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bogor ingin memastikan bahwa perubahan wajah daerah tidak berhenti pada satu hari kegiatan, melainkan menjadi budaya bersama yang terus dijaga oleh pemerintah dan masyarakat. (Momo SN/Lukman Hqeem)

