Beritakota.id, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menggerakkan penataan lingkungan secara lebih masif melalui program gotong royong bertajuk “Keroyok Bareng Bebersih”. Inisiatif yang dicanangkan Bupati Bogor Rudy Susmanto itu tidak hanya menargetkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga membangun budaya kolaborasi masyarakat dalam menjaga wajah Kabupaten Bogor secara berkelanjutan.
Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis mengingat Kabupaten Bogor merupakan daerah dengan wilayah terluas di Jawa Barat sekaligus pintu gerbang menuju kawasan Istana Kepresidenan di Bogor. Kondisi ruang publik yang bersih, tertata, dan nyaman dinilai penting, baik bagi masyarakat maupun tamu yang datang ke wilayah tersebut.
Baca juga : Akses Biskita Makin Luas, Dishub Kota Bogor Hadirkan 11 Titik Pemberhentian Baru
Gerakan “Keroyok Bareng Bebersih” akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh Kabupaten Bogor yang mencakup 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan. Penataan diawali dari kawasan Jalan Cijayanti–Bojong Koneng, kemudian diperluas ke sejumlah titik strategis di pusat pemerintahan, seperti kawasan Masjid Baitul Faizin, Alun-Alun Kabupaten Bogor, Taman Siliwangi, hingga koridor Jalan Raya Bogor–Jakarta yang berbatasan dengan Kota Bogor dan Kota Depok.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan luas wilayah Kabupaten Bogor menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kebersihan apabila hanya mengandalkan aparatur pemerintah.
“Kalau mengandalkan pemerintah saja, tentu akan membutuhkan waktu yang sangat panjang. Kabupaten Bogor memiliki 416 desa, sehingga gotong royong menjadi solusi agar pekerjaan dapat dilakukan lebih cepat dan merata,” ujar Rudy.
Menurutnya, konsep “Keroyok Bareng Bebersih” tidak berhenti pada kegiatan kerja bakti sesaat. Program tersebut dirancang untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah, aparatur kewilayahan, serta masyarakat agar pemeliharaan lingkungan menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Rudy menilai keberhasilan gerakan tersebut bergantung pada koordinasi di lapangan. Banyaknya personel yang terlibat tidak akan efektif tanpa pembagian tugas dan kepemimpinan yang jelas.
“Yang terpenting bukan hanya banyaknya orang yang bekerja, tetapi bagaimana setiap orang memahami tugasnya. Dengan koordinasi yang baik, pekerjaan bisa selesai lebih cepat dan hasilnya lebih optimal,” katanya.
Selain memperbaiki kualitas lingkungan, gerakan tersebut diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan kebersihan yang dapat diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
“Kebersihan adalah hasil akhirnya. Yang lebih penting adalah membangun sistem dan kebiasaan agar budaya menjaga lingkungan terus berjalan. Kami mulai dari Cibinong, kemudian akan diperluas ke seluruh kecamatan,” jelas Rudy.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ruang publik. Dengan melibatkan pemerintah, aparat wilayah, komunitas, hingga warga secara langsung, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap budaya gotong royong kembali menjadi fondasi utama dalam menjaga lingkungan.
Apabila dilaksanakan secara konsisten, gerakan tersebut tidak hanya akan memperbaiki estetika kawasan, tetapi juga meningkatkan kualitas ruang publik, kesehatan lingkungan, serta memperkuat citra Kabupaten Bogor sebagai daerah yang bersih, tertata, dan siap menyambut masyarakat maupun tamu dari berbagai daerah dan mancanegara. (Momo SN/Lukman Hqeem)

