Beritakota.idBogor – Pemerintah Kota Bogor memperketat pengawasan terhadap seluruh tempat hiburan malam (THM) setelah video keributan yang dikaitkan dengan Tipzy Bears di kawasan Teras Nona Manis, Jalan Merdeka, viral di media sosial. Langkah itu tidak berhenti pada peningkatan patroli, tetapi juga diikuti inspeksi lapangan, evaluasi operasional, serta pemeriksaan terhadap legalitas usaha.

Pemerintah menilai insiden tersebut menjadi momentum untuk memastikan seluruh tempat hiburan malam beroperasi sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan gangguan terhadap keamanan maupun ketertiban masyarakat.

Baca juga: Akses Biskita Makin Luas, Dishub Kota Bogor Hadirkan 11 Titik Pemberhentian Baru

Video yang beredar luas sejak akhir pekan lalu memperlihatkan sejumlah orang terlibat baku hantam di sekitar kawasan Jalan Merdeka. Rekaman itu kemudian memicu berbagai reaksi masyarakat dan mendorong pemerintah daerah mengambil langkah cepat.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, langsung menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) meningkatkan pengawasan terhadap seluruh tempat hiburan malam dengan melibatkan unsur TNI dan Polri. Pengawasan juga diperkuat melalui sistem kerja tiga shift agar pemantauan berlangsung selama 24 jam, terutama pada jam-jam rawan menjelang dini hari.

“Saya minta segera dilakukan monitoring, evaluasi, dan diberikan teguran keras kepada pengelola agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Dedie di Balai Kota Bogor, Selasa (7/7/2026).

Dedie menegaskan pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan perizinan maupun operasional tempat hiburan malam.

“Regulasi mengenai perizinan sudah jelas. Yang diperlukan adalah konsistensi dalam penegakannya. Setiap pelanggaran akan ditindak sesuai aturan,” katanya.

Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bogor memperkuat pengawasan terhadap aktivitas hiburan malam yang terus berkembang di kawasan perkotaan. Informasi mengenai kebijakan dan layanan Pemerintah Kota Bogor dapat diakses melalui Pemerintah Kota Bogor.

Satpol PP Periksa Legalitas dan Temukan 35 Botol Minuman Beralkohol

Arahan Wali Kota langsung ditindaklanjuti Satpol PP Kota Bogor dengan melakukan inspeksi ke Tipzy Bears. Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada video keributan yang viral, tetapi juga mencakup aspek legalitas usaha dan kesesuaian operasional dengan izin yang dimiliki.

Kepala Satpol PP Kota Bogor, Pupung Wahyu Purnama. (Momo SN/Beritakota.id)

Kepala Satpol PP Kota Bogor, Pupung Wahyu Purnama, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan tempat usaha tersebut telah memiliki izin yang memperbolehkan penjualan minuman beralkohol untuk SKPLA Golongan A. Namun, petugas juga menemukan 35 botol minuman beralkohol Golongan B dan C dari berbagai merek. Temuan itu kini menjadi bagian dari pemeriksaan lanjutan.

Menurut Pupung, pihaknya belum mengambil kesimpulan mengenai ada atau tidaknya pelanggaran. Satpol PP masih mencocokkan temuan di lapangan dengan dokumen perizinan yang dimiliki pengelola sebelum menentukan langkah berikutnya.

Penanggung jawab usaha dijadwalkan memenuhi panggilan Satpol PP untuk memberikan keterangan sekaligus menjelaskan kesesuaian operasional dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami akan melakukan patroli rutin, bukan hanya di lokasi ini, tetapi juga di tempat-tempat hiburan lainnya. Jika ditemukan pelanggaran, akan diberikan peringatan sesuai SOP yang berlaku. Apabila pelanggaran terus berulang, tentu akan kami tindak dengan tegas,” ujar Pupung.

Pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa fokus pemerintah tidak hanya pada insiden yang viral, tetapi juga pada kepatuhan administrasi seluruh pelaku usaha hiburan malam. Pemerintah ingin memastikan setiap izin yang diterbitkan dijalankan sesuai ketentuan sehingga tidak menimbulkan persoalan hukum maupun gangguan terhadap masyarakat.

DPRD Mulai Evaluasi Operasional Tempat Hiburan

Respons juga datang dari DPRD Kota Bogor. Komisi I DPRD berencana memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas operasional tempat usaha sekaligus mengevaluasi sistem pengawasan tempat hiburan malam di Kota Bogor.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Said Mohammad Mohan, mengatakan rapat tersebut akan membahas berbagai aspek, mulai dari operasional usaha, pengawasan pemerintah, hingga langkah lanjutan yang perlu ditempuh apabila ditemukan pelanggaran.

“Kami akan memanggil OPD terkait untuk membahas persoalan ini secara menyeluruh dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan,” ujarnya.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas pengawasan yang selama ini dilakukan pemerintah daerah terhadap usaha hiburan malam, termasuk mekanisme pembinaan dan penegakan aturan apabila terjadi pelanggaran.

Pengelola Sampaikan Klarifikasi

Di tengah perhatian publik, pengelola Teras Nona Manis menyampaikan klarifikasi atas video yang beredar. Humas Teras Nona Manis, Fransiskus Darma atau Franky, menegaskan keributan tidak terjadi di dalam Tipzy Bears maupun area usaha yang mereka kelola.

Menurutnya, peristiwa berlangsung di area parkir di luar gerbang kompleks Teras Nona Manis. Pihak yang terlibat disebut bukan pengunjung yang sedang berada di dalam kafe.

“Begitu mengetahui ada perselisihan, kami langsung berinisiatif membawa kedua pihak masuk ke area kami agar situasi tidak semakin memanas. Tujuannya semata-mata untuk memediasi dan mencari jalan damai,” katanya.

Franky menjelaskan mediasi berlangsung kondusif hingga kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Ia juga membantah anggapan bahwa keributan dipicu konsumsi minuman beralkohol di Tipzy Bears. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima pengelola, perselisihan bermula dari kesalahpahaman dengan petugas parkir di luar area usaha.

Pengelola menyatakan keberatan atas penyebutan Tipzy Bears sebagai lokasi kejadian karena dinilai menimbulkan persepsi bahwa keributan berlangsung di dalam tempat usaha mereka. Menurut Franky, klarifikasi tersebut disampaikan agar masyarakat memperoleh informasi secara utuh dan berimbang.

Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian belum menyampaikan hasil penyelidikan mengenai penyebab maupun lokasi pasti insiden yang terekam dalam video tersebut.

Sementara itu, Satpol PP masih mendalami hasil pemeriksaan terhadap operasional tempat usaha, termasuk kesesuaian izin penjualan minuman beralkohol dengan temuan di lapangan.

Terlepas dari perbedaan keterangan mengenai lokasi maupun penyebab keributan, kasus ini telah menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Bogor untuk memperkuat pengawasan terhadap tempat hiburan malam. Hasil evaluasi pemerintah daerah, DPRD, serta pemeriksaan aparat akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan, mulai dari pembinaan hingga penegakan sanksi apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku. (Momo SN/Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *