Beritakota.id, Jakarta – Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa masa depan program transmigrasi Indonesia harus bertumpu pada penguatan sumber daya manusia (SDM), penguasaan teknologi, serta pengembangan talenta unggul yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai kawasan transmigrasi.

Menurut Iftitah, paradigma transmigrasi saat ini tidak lagi dapat dipandang sebagai program perpindahan penduduk semata. Di era modern, kawasan transmigrasi harus berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru yang berbasis inovasi, pengetahuan, dan kompetensi masyarakat.

“Abad ke-21 harus menjadi era transmigrasi yang mengedepankan pengetahuan, teknologi, dan talenta masyarakat. Kita tidak lagi berbicara sekadar memindahkan penduduk, tetapi bagaimana menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didukung SDM berkualitas,” kata Iftitah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar karena setiap tahun berbagai perguruan tinggi menghasilkan ribuan lulusan sarjana, magister, doktor, hingga profesor. Namun, tantangan terbesar bangsa bukan hanya mencetak individu cerdas, melainkan memastikan talenta terbaik tersebut bersedia mengabdikan kemampuan mereka untuk pembangunan nasional.

“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak orang yang bersedia menggunakan kepintarannya untuk Indonesia. Kita tidak sedang mencari talenta terbaik untuk dirinya sendiri, tetapi talenta terbaik yang mau mengabdi bagi bangsa,” ujarnya.

Kampus dan Transmigrasi Punya Misi yang Sama

Menteri Iftitah menilai perguruan tinggi dan kawasan transmigrasi sejatinya memiliki visi yang sejalan dalam membangun peradaban bangsa.

Menurutnya, kampus berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi, sementara kawasan transmigrasi menjadi ruang implementasi berbagai hasil riset dan teknologi agar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Jika kampus menciptakan pengetahuan, maka kawasan transmigrasi menyediakan ruang bagi pengetahuan tersebut untuk diuji, diterapkan, dan memberikan dampak nyata,” katanya.

Karena itu, ia mendorong keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam pembangunan kawasan transmigrasi melalui kolaborasi riset, pengembangan teknologi, pemberdayaan masyarakat, hingga penciptaan model ekonomi baru yang berkelanjutan.

Transmigrasi Jadi Laboratorium Inovasi Nasional

Lebih lanjut, Iftitah menekankan bahwa kawasan transmigrasi harus mampu menjadi laboratorium pembangunan nasional yang mempertemukan teori dan praktik.

Menurutnya, berbagai inovasi yang lahir dari kampus tidak boleh berhenti sebagai karya akademik, melainkan harus diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

“Kawasan transmigrasi harus menjadi tempat teori bertemu praktik, riset bertemu kebutuhan masyarakat, dan inovasi melahirkan kesejahteraan. Di situlah peran strategis perguruan tinggi sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari reputasi internasional atau peringkat akademik, tetapi juga dari sejauh mana manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Perguruan tinggi yang hebat bukan hanya yang dikenal dunia, tetapi yang paling dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegasnya.

Perkuat SDM untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pemerintah berharap penguatan kualitas SDM di kawasan transmigrasi mampu menjadi fondasi penting dalam menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan dukungan teknologi, inovasi, dan kolaborasi perguruan tinggi, kawasan transmigrasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal masyarakat, tetapi juga berkembang sebagai sentra produktivitas, kewirausahaan, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan pembangunan nasional serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *